
TUNGGU SMS: Tenaga kesehatan di RSUD dr Soetomo bakal mendapatkan vaksin. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pendistribusian vaksin Covid-19 Sinovac ke fasilitas kesehatan (faskes) tempat layanan vaksinasi masih menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski demikian, Tim Gugus Tugas Kuratif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah mempersiapkan 2.404 vaksinator yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Mereka mendapatkan pelatihan khusus sejak Oktober–November 2020.
Tim Gugus Tugas Kuratif Pemprov Jawa Timur dr Makhyan Jibril mengatakan, sudah tiba 77.760 vaksin khusus di Jatim. Vaksin tersebut diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes). Sebab, mereka paling rentan terpapar Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin untuk nakes akan dilakukan secara bertahap. ”Saat ini kami belum mendapatkan data nama-nama yang akan menerima vaksin pada gelombang pertama ini,” katanya.
Jibril menuturkan, data nakes di Jatim yang tercatat sementara ini ada 182.668 orang. Mereka terdiri atas dokter umum sebanyak 3.765 orang, spesialis paru (380 orang), spesialis penyakit dalam (868 orang), spesialis anak (814 orang), spesialis patologi klinik (333 orang), spesialis mikrobiologi klinik (84 orang), spesialis anestesi (586 orang), dan spesialis radiologi (437 orang).
Selain itu, perawat sebanyak 37.027 orang, farmasi (5.711 orang), dan radiografi (1.242 orang). ”Sisanya, tenaga rumah sakit yang tidak langsung menangani pasien,” katanya.
Jibril menambahkan, sambil menunggu izin BPOM dan pendistribusian vaksin ke seluruh faskes pelayanan, tim gugus tugas kuratif Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 2.404 vaksinator. Selain itu, pihaknya telah menempatkan kulkas penyimpanan vaksin atau cool chain 1.860 unit di puskesmas dan faskes di Jawa Timur. Ada pula vaksin carrier 8.601. ”Pada prinsipnya, semua sudah siap,” ujarnya.
Menurut dia, hampir semua faskes sejatinya bisa menjadi tempat vaksinasi. Asalkan memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, memiliki tenaga vaksinator, ruang penyimpanan, telah memiliki izin resmi, serta mempunyai internet karena akan terdata langsung dalam pemberian vaksin.
”Untuk di RSUD dr Soetomo sendiri sudah siap. Tinggal menunggu emergency approver. Setelah itu, vaksin akan didistribusikan ke puskesmas dan faskes yang bakal melakukan vaksinasi,” kata residen dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr Soetomo itu.
Baca Juga: Utang Rp 1,3 Miliar lewat WA, Uang Habis untuk Main Saham
Jibril menyebutkan, vaksin untuk masyarakat membutuhkan penelitian. Yang diutamakan adalah aman dan efektif. Menurut dia, ada beberapa kriteria khusus yang direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPD) yang diadopsi pada petunjuk teknis (juknis) Kemenkes dalam pemberian vaksin.
Beberapa kriteria yang tidak layak vaksin adalah penyintas Covid-19. Sebab, rata-rata mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Selain itu, ibu hamil karena belum ada penelitian vaksin tersebut aman terhadap ibu hamil. Kemudian, orang dengan komorbid (HIV, kanker, jantung, dan lain-lain). Dan, orang dengan gejala Covid-19. ”Hal itu untuk mengurangi risiko,” ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/zR6kuCYnsJE

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
