Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Januari 2021 | 03.39 WIB

Jatim Catat 182 Ribu Nakes, Belum Kantongi Nama Penerima Vaksin Korona

TUNGGU SMS: Tenaga kesehatan di RSUD dr Soetomo bakal mendapatkan vaksin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

TUNGGU SMS: Tenaga kesehatan di RSUD dr Soetomo bakal mendapatkan vaksin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pendistribusian vaksin Covid-19 Sinovac ke fasilitas kesehatan (faskes) tempat layanan vaksinasi masih menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski demikian, Tim Gugus Tugas Kuratif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah mempersiapkan 2.404 vaksinator yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Mereka mendapatkan pelatihan khusus sejak Oktober–November 2020.

Tim Gugus Tugas Kuratif Pemprov Jawa Timur dr Makhyan Jibril mengatakan, sudah tiba 77.760 vaksin khusus di Jatim. Vaksin tersebut diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes). Sebab, mereka paling rentan terpapar Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin untuk nakes akan dilakukan secara bertahap. ”Saat ini kami belum mendapatkan data nama-nama yang akan menerima vaksin pada gelombang pertama ini,” katanya.

Jibril menuturkan, data nakes di Jatim yang tercatat sementara ini ada 182.668 orang. Mereka terdiri atas dokter umum sebanyak 3.765 orang, spesialis paru (380 orang), spesialis penyakit dalam (868 orang), spesialis anak (814 orang), spesialis patologi klinik (333 orang), spesialis mikrobiologi klinik (84 orang), spesialis anestesi (586 orang), dan spesialis radiologi (437 orang).

Selain itu, perawat sebanyak 37.027 orang, farmasi (5.711 orang), dan radiografi (1.242 orang). ”Sisanya, tenaga rumah sakit yang tidak langsung menangani pasien,” katanya.

Jibril menambahkan, sambil menunggu izin BPOM dan pendistribusian vaksin ke seluruh faskes pelayanan, tim gugus tugas kuratif Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan 2.404 vaksinator. Selain itu, pihaknya telah menempatkan kulkas penyimpanan vaksin atau cool chain 1.860 unit di puskesmas dan faskes di Jawa Timur. Ada pula vaksin carrier 8.601. ”Pada prinsipnya, semua sudah siap,” ujarnya.

Menurut dia, hampir semua faskes sejatinya bisa menjadi tempat vaksinasi. Asalkan memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, memiliki tenaga vaksinator, ruang penyimpanan, telah memiliki izin resmi, serta mempunyai internet karena akan terdata langsung dalam pemberian vaksin.

”Untuk di RSUD dr Soetomo sendiri sudah siap. Tinggal menunggu emergency approver. Setelah itu, vaksin akan didistribusikan ke puskesmas dan faskes yang bakal melakukan vaksinasi,” kata residen dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr Soetomo itu.

Baca Juga: Utang Rp 1,3 Miliar lewat WA, Uang Habis untuk Main Saham

Jibril menyebutkan, vaksin untuk masyarakat membutuhkan penelitian. Yang diutamakan adalah aman dan efektif. Menurut dia, ada beberapa kriteria khusus yang direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPD) yang diadopsi pada petunjuk teknis (juknis) Kemenkes dalam pemberian vaksin.

Beberapa kriteria yang tidak layak vaksin adalah penyintas Covid-19. Sebab, rata-rata mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Selain itu, ibu hamil karena belum ada penelitian vaksin tersebut aman terhadap ibu hamil. Kemudian, orang dengan komorbid (HIV, kanker, jantung, dan lain-lain). Dan, orang dengan gejala Covid-19. ”Hal itu untuk mengurangi risiko,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/zR6kuCYnsJE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore