Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2020 | 03.23 WIB

Akhir November, Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Tinggal 1 Persen

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Persebaran Covid-19 di Jatim terus menunjukkan tren positif. Jumlah pasien positif yang tengah dirawat makin berkurang. Bahkan, jika situasi itu bisa dipertahankan, ada potensi kasus aktif hanya tinggal 1 persen pada akhir bulan ini.

Potensi itu berdasar hasil prediksi yang dibuat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Namun, potensi itu bisa saja tak terwujud.

Prediksi tersebut didapat dari hasil hitungan menggunakan rumus predictive modeling. Acuannya adalah tren jumlah pasien sembuh cenderung lebih tinggi daripada pertambahan kasus positif Covid-19. Jika terwujud, kasus aktif di Jatim diperkirakan hanya 1,14 persen.

Rabu (4/11) pasien sembuh di Jawa Timur mencapai 243 orang. Total seluruhnya 47.505 orang. Pertambahan kasus positif mencapai 239 sehingga total seluruhnya menjadi 53.513 kasus. Pasien aktif dirawat tinggal 2.170 orang atau setara 4,06 persen. Ada penurunan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang masih di atas 2.300 orang.

Perbandingan jumlah pasien sembuh lebih banyak daripada kasus positif diharapkan terus berlangsung. Dengan begitu, pertambahan kasus positif tidak berdampak signifikan pada jumlah pasien dirawat. Otomatis, prediksi kasus aktif makin sedikit pada November bisa terwujud.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menegaskan, prediksi FKM tetap bergantung pada masyarakat. Prediksi itu akan meleset jika masyarakat tidak disiplin. ”Sejauh ini, kesadaran untuk disiplin mulai tumbuh. Ini harus ditingkatkan,’’ katanya.

Dia menjelaskan, pasien sembuh meningkat. Selain itu, perawatan semakin singkat. Pasien dengan kondisi tubuh yang baik biasanya cepat sembuh. Rata-rata antara 10 hingga 14 hari.


Hanya, prediksi tersebut bisa saja tak tercapai. Sebab, di sejumlah daerah di Jatim, prediksi bakal munculnya klaster baru terbukti. Di Banyuwangi, libur cuti bersama pada akhir pekan lalu ditengarai berimbas pada peningkatan kasus Covid-19 di Banyuwangi. Selama lima hari terakhir, rata-rata penularan virus Covid-19 di Banyuwangi mencapai 29 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, peningkatan grafik tersebut sangat mungkin disebabkan masa liburan yang dimanfaatkan orang untuk bepergian. ”Tiga hari setelah selesai libur panjang, ada peningkatan kasus yang cukup tinggi. Ini juga terjadi di beberapa daerah,” jelasnya.

---

POTENSI KLASTER PERSEBARAN COVID-19 SELAMA NOVEMBER-DESEMBER

  • Dampak liburan panjang selama 5 hari.

  • Kampanye pilkada di 19 kabupaten/kota yang dilakukan secara tatap muka.

  • Kebijakan-kebijakan yang kontradiktif dengan prinsip pemutusan rantai penularan Covid-19.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tar1xY4jMKk

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore