
Perempuan paro baya dari Madura ke Surabaya menangis histeris dan menolak diswab. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Acara World Habitat Day di Surabaya pada Senin (5/10) fokus bicara pembangunan permukiman dan perumahan yang layak huni dan berkelanjutan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam konferensi pers secara daring pada Senin (5/10) pagi mengatakan, tema Housing for All: for A better Urban Future sekaligus menjadi upaya mencari solusi di tengah pandemi.
”Panelis bercerita tentang pengalaman suksesnya. Sehingga bisa belajar dari masukan panelis dengan strateginya untuk menanggulangi masalah permukiman kumuh. Terlebih lagi pada masa pandemi,” ujar Risma.
Dia menambahkan, dia bercerita tentang penanganan permukiman kumuh di Kota Surabaya. ”Saya menyampaikan penanganan permukiman di Kota Surabaya dengan penduduk 3,3 juta dan kalau malam hari 6 juta. Di Kota Surabaya, permukiman kumuh dibongkar kemudian diganti dengan perbaikan dan pemberdayaan,” tutur Risma.
Risma mengakui terpilihnya Surabaya sebagai tuan rumah tidak lepas dari penghargaan Scroll of Honor yang diraih Surabaya pada 2018.
Dalam acara yang diadakan full secara daring itu, Risma mengatakan, pihaknya terus berupaya menyiapkan supaya jaringan tidak terputus. ”Total tamu ada 900 ribu. Disiarkan seluruh dunia. Untuk penghargaan diberikan nanti malam (5/10). Rangkaian seminar dilakukan mulai Selasa (6/10),” ujar Risma.
Risma berharap warga Surabaya memiliki wawasan internasional. Tahun ini adalah kali kedua Surabaya terpilih menjadi tuan rumah event internasional. ”Jadi ketika anak-anak sudah besar, mereka tidak canggung. Selain itu, saya berharap Surabaya dikenal di seluruh dunia dan mampu menyejahterakan seluruh warga,” ucap Risma.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Permukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Maemunah Mohd Sharif mengatakan, UN Habitat berfokus pada komitmen untuk memperbaiki pemukiman dan kesejahteraan rakyat. ”Kami akan menggandeng perusahaan. Selain itu, kepedulian masyarakat juga diarahkan pada kebersihan dan sanitasi,” terang Maemunah Mohd Sharif.
Ketika ditanya soal pengaruh Covid-19 pada permukiman masyarakat, Maemunah mengatakan, pihaknya terus berpikir dan mencari jalan keluar supaya masyarakat di permukiman kumuh bisa tetap tinggal di rumah. ”Isu pembahasan pokoknya adalah tentang housing for all. Jadi rumah bagi semua. Kalau homeless gimana? Lockdown tinggal di rumah tapi homeless nggak punya rumah. Akan dibicarakan bersama,” ujar Maemunah Mohd Sharif.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1d4U3XeQdk8&ab_channel=JawaPos

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
