Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 September 2021 | 02.52 WIB

Sesak, Dirujuk ke RSUD Pakai Mobil Tahanan, Akhirnya Napi Rutan Tewas

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Malang nian nasib Imron Andi. Salah seorang napi di Rutan Gresik itu, akhirnya meninggal di RSUD Ibnu Sina setelah empat hari menjalani perawatan karena penyakit sesak nafas. Lebih menyesakkan lagi, di ujung hidupnya, Imron dirujuk ke rumah sakit dengan mobil tahanan.

Kenapa tidak dengan mobil ambulans? Ternyata, rutan yang berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, itu tidak memiliki ambulans yang memadai. Padahal, fasilitas kendaraan ambulans bagi rutan sangatlah vital.

Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia menceritakan, salah seorang warga binaannya itu sudah mengeluh sakit sejak Selasa (31/8). Imron mengeluh muntah dan sesak. Sebetulnya, yang bersangkutan sempat dirawat di Poliklinik Rutan Gresik. “Namun, keesokan harinya sekitar pukul 12.30 WIB, sesak nafasnya memberat. Akhirnya. dirujuk ke RSUD Ibnu Sina,” ujar Aris.

Namun, pelayanan rujukan kesehatan di rutan sejauh ini kurang optimal. Pihak rutan tak memiliki mobil ambulans. Karena itu, saat hendak dirujuk ke RS, Imron diangkut menggunakan mobil tahanan. Ngenes. Mobil yang seharusnya dibuat operasional mengantar warga binaan ke pengadilan, juga difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Kondisinya jelas tidak ideal. Pasien pasti tidak nyaman.

“Kami sudah berupaya optimal, tapi memang keterbatasan karena tidak memiliki ambulans, kami mohon maaf,” jelas Aris.

Sesampai di RSUD Ibnu Sina, beberapa petugas sempat dibuat kaget. Maklum, tiba-tiba ada mobil operasional tahanan masuk ke RSUD. Tidak lama, petugas medis melakukan pemeriksaan dan observasi. Imron masuk ke IGD. Imron pun juga di-swab. Hasilnya, negatif Covid-19. Malam hari, Imron dipindahkan ke Ruang Edelwise III. Nahas, setelah empat hari, Sabtu (4/9), pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia.

Aris menyebutkan, sebelum masuk ke rutan Imron yang terlibat kasus pencurian itu telah memiliki riwayat penyakit. “Kami turut mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” tutur Aris.

Pihak Rutan Gresik melakukan serah terima dengan pihak keluarga Imron. Jenazah juga sudah dimakamkan.”Pihak keluarga ikut mendampingi dan menunggui pasien selama dirawat di RSUD Ibnu Sina," jelasnya.

Soal sarana mobil ambulans tersebut, lanjut Aris, pihaknya sudah sejak lama mengusulkan ke pusat. Termasuk permohonan ke Pemkab Gresik. Harapannya, dapat segera ditindaklanjuti. Namun, sejauh ini belum membuahkan kabar positif. Karena itu, pihaknya terpaksa menggunakan mobil Transpas. Kendaraan dengan terali besi dan dilengkapi borgol. Selama ini, mobil itu sebagai layanan transportasi sidang, juga sarana pemindahan warga binaan dari rutan ke lapas lain di wilayah Jatim.

Aris menyatakan, kebutuhan ambulans tersebut memang sangat penting. Para warga binaan juga harus dipenuhi hak asasi manusianya secara layak dan manusiawi. Mereka juga merupakan anak bangsa. ‘’Sama-sama warga Jatim yang tentu menjadi tanggung jawab bersama. Kami tetap berusaha untuk dapat memfasilitasi warga binaan sesuai kemampuan yang ada,’’ pungkasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore