
Photo
JawaPos.com – Malang nian nasib Imron Andi. Salah seorang napi di Rutan Gresik itu, akhirnya meninggal di RSUD Ibnu Sina setelah empat hari menjalani perawatan karena penyakit sesak nafas. Lebih menyesakkan lagi, di ujung hidupnya, Imron dirujuk ke rumah sakit dengan mobil tahanan.
Kenapa tidak dengan mobil ambulans? Ternyata, rutan yang berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, itu tidak memiliki ambulans yang memadai. Padahal, fasilitas kendaraan ambulans bagi rutan sangatlah vital.
Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia menceritakan, salah seorang warga binaannya itu sudah mengeluh sakit sejak Selasa (31/8). Imron mengeluh muntah dan sesak. Sebetulnya, yang bersangkutan sempat dirawat di Poliklinik Rutan Gresik. “Namun, keesokan harinya sekitar pukul 12.30 WIB, sesak nafasnya memberat. Akhirnya. dirujuk ke RSUD Ibnu Sina,” ujar Aris.
Namun, pelayanan rujukan kesehatan di rutan sejauh ini kurang optimal. Pihak rutan tak memiliki mobil ambulans. Karena itu, saat hendak dirujuk ke RS, Imron diangkut menggunakan mobil tahanan. Ngenes. Mobil yang seharusnya dibuat operasional mengantar warga binaan ke pengadilan, juga difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Kondisinya jelas tidak ideal. Pasien pasti tidak nyaman.
“Kami sudah berupaya optimal, tapi memang keterbatasan karena tidak memiliki ambulans, kami mohon maaf,” jelas Aris.
Sesampai di RSUD Ibnu Sina, beberapa petugas sempat dibuat kaget. Maklum, tiba-tiba ada mobil operasional tahanan masuk ke RSUD. Tidak lama, petugas medis melakukan pemeriksaan dan observasi. Imron masuk ke IGD. Imron pun juga di-swab. Hasilnya, negatif Covid-19. Malam hari, Imron dipindahkan ke Ruang Edelwise III. Nahas, setelah empat hari, Sabtu (4/9), pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia.
Aris menyebutkan, sebelum masuk ke rutan Imron yang terlibat kasus pencurian itu telah memiliki riwayat penyakit. “Kami turut mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” tutur Aris.
Pihak Rutan Gresik melakukan serah terima dengan pihak keluarga Imron. Jenazah juga sudah dimakamkan.”Pihak keluarga ikut mendampingi dan menunggui pasien selama dirawat di RSUD Ibnu Sina," jelasnya.
Soal sarana mobil ambulans tersebut, lanjut Aris, pihaknya sudah sejak lama mengusulkan ke pusat. Termasuk permohonan ke Pemkab Gresik. Harapannya, dapat segera ditindaklanjuti. Namun, sejauh ini belum membuahkan kabar positif. Karena itu, pihaknya terpaksa menggunakan mobil Transpas. Kendaraan dengan terali besi dan dilengkapi borgol. Selama ini, mobil itu sebagai layanan transportasi sidang, juga sarana pemindahan warga binaan dari rutan ke lapas lain di wilayah Jatim.
Aris menyatakan, kebutuhan ambulans tersebut memang sangat penting. Para warga binaan juga harus dipenuhi hak asasi manusianya secara layak dan manusiawi. Mereka juga merupakan anak bangsa. ‘’Sama-sama warga Jatim yang tentu menjadi tanggung jawab bersama. Kami tetap berusaha untuk dapat memfasilitasi warga binaan sesuai kemampuan yang ada,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
