Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2020 | 21.48 WIB

Takut Covid-19, Warga Ogah Donor, Stok Golongan Darah A dan AB Menipis

CEK PERSEDIAAN: Petugas PMI memeriksa stok darah di tempat penyimpanan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

CEK PERSEDIAAN: Petugas PMI memeriksa stok darah di tempat penyimpanan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com − Pasokan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menipis. Terutama untuk golongan A dan AB. Jumat (4/9) jumlahnya tidak lebih dari 10 kantong. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya imbas pandemi Covid-19. Warga membatasi diri untuk mendonorkan darah.

Menipisnya pasokan darah A dan AB itu terjadi sejak dua minggu terakhir. Puncaknya kemarin. Stok golongan darah A hanya satu kantong, sedangkan AB terdapat enam kantong. ”Pandemi memang membuat stok darah turun 50 persen,” kata Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya dr Martono Triyogo. Menurut Martono, saat ini terdapat 224 kantong sel darah merah. Paling banyak golongan darah B.

Untuk golongan darah O, hanya ada 51 kantong. Jumlah tersebut turun dibandingkan hari sebelumnya. Meski di tengah pandemi, setidaknya per hari terdapat stok sekitar 300 kantong darah.

Saat normal, setiap hari PMI Surabaya memiliki stok 600 kantong darah. Untungnya, saat pandemi ini, kebutuhan atau permintaan darah juga menurun. ”Permintaan turun sekitar 50 persen,” kata Martono.

Dia menuturkan bahwa ketika kondisi normal, permintaan darah bisa mencapai 500 kantong per hari. Nah, sekarang hanya 250 kantong. Ada beberapa faktor yang membuat pasokan darah menurun. Salah satunya, warga masih takut untuk donor. Menurut Martono, pandemi membuat masyarakat berpikir lagi untuk datang berdonor ke PMI. Penyebabnya tak lain takut terpapar Covid-19.

Di samping itu, kegiatan donor darah di berbagai instansi sekarang tidak ada. Kalaupun ada, hanya satu atau dua dalam satu minggu. ”Itu juga nggak pasti ada,” terangnya.

Berbeda kondisinya saat normal. Agenda donor darah dilakukan di berbagai instansi. Tentunya itu membantu tersedianya pasokan darah. Selain itu, pendonor darah di Bungkul mengalami penurunan 50 persen.

Karena itu, saat stok menipis seperti sekarang, solusinya adalah mengajak donor keluarga yang bersangkutan. Itu dilakukan jika stok golongan darah di PMI habis, seperti yang terjadi Jumat.

Baca Juga: Tren Gejala Positif Covid-19 Bergeser, Mayoritas Diawali Batuk & Sesak

Nah, jika seperti itu, darah yang didonorkan baru bisa dimanfaatkan enam jam kemudian. Sebab, darah harus melewati beberapa pemeriksaan. Berbeda halnya saat pasokan darah banyak sehingga bisa langsung dimanfaatkan.

Martono berharap warga tetap berpartisipasi. Sebab, meski dalam pandemi, donor darah masih aman. PMI menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang amat ketat. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=CA_ZqmmPjEE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore