
CEK PERSEDIAAN: Petugas PMI memeriksa stok darah di tempat penyimpanan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com − Pasokan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menipis. Terutama untuk golongan A dan AB. Jumat (4/9) jumlahnya tidak lebih dari 10 kantong. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya imbas pandemi Covid-19. Warga membatasi diri untuk mendonorkan darah.
Menipisnya pasokan darah A dan AB itu terjadi sejak dua minggu terakhir. Puncaknya kemarin. Stok golongan darah A hanya satu kantong, sedangkan AB terdapat enam kantong. ”Pandemi memang membuat stok darah turun 50 persen,” kata Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya dr Martono Triyogo. Menurut Martono, saat ini terdapat 224 kantong sel darah merah. Paling banyak golongan darah B.
Untuk golongan darah O, hanya ada 51 kantong. Jumlah tersebut turun dibandingkan hari sebelumnya. Meski di tengah pandemi, setidaknya per hari terdapat stok sekitar 300 kantong darah.
Saat normal, setiap hari PMI Surabaya memiliki stok 600 kantong darah. Untungnya, saat pandemi ini, kebutuhan atau permintaan darah juga menurun. ”Permintaan turun sekitar 50 persen,” kata Martono.
Dia menuturkan bahwa ketika kondisi normal, permintaan darah bisa mencapai 500 kantong per hari. Nah, sekarang hanya 250 kantong. Ada beberapa faktor yang membuat pasokan darah menurun. Salah satunya, warga masih takut untuk donor. Menurut Martono, pandemi membuat masyarakat berpikir lagi untuk datang berdonor ke PMI. Penyebabnya tak lain takut terpapar Covid-19.
Di samping itu, kegiatan donor darah di berbagai instansi sekarang tidak ada. Kalaupun ada, hanya satu atau dua dalam satu minggu. ”Itu juga nggak pasti ada,” terangnya.
Berbeda kondisinya saat normal. Agenda donor darah dilakukan di berbagai instansi. Tentunya itu membantu tersedianya pasokan darah. Selain itu, pendonor darah di Bungkul mengalami penurunan 50 persen.
Karena itu, saat stok menipis seperti sekarang, solusinya adalah mengajak donor keluarga yang bersangkutan. Itu dilakukan jika stok golongan darah di PMI habis, seperti yang terjadi Jumat.
Baca Juga: Tren Gejala Positif Covid-19 Bergeser, Mayoritas Diawali Batuk & Sesak
Nah, jika seperti itu, darah yang didonorkan baru bisa dimanfaatkan enam jam kemudian. Sebab, darah harus melewati beberapa pemeriksaan. Berbeda halnya saat pasokan darah banyak sehingga bisa langsung dimanfaatkan.
Martono berharap warga tetap berpartisipasi. Sebab, meski dalam pandemi, donor darah masih aman. PMI menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang amat ketat.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CA_ZqmmPjEE

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
