
Photo
JawaPos.com- Bus Trans Jatim milik Pemprov Jatim sudah siap beroperasi pada 19 Agustus mendatang. Rutenya, mulai Porong, Sidoarjo, hingga Terminal Bunder, Gresik, dan sebaliknya. Agar lebih mudah mengakses layanan transportasi publik itu bisa mengunduh Aplikasi Jatim Informasi Bus (Ajaib).
Sejumlah informasi ada pada menu Ajaib tersebut. Di antaranya, pertama, ada menu informasi rute untuk mengetahui infografis rute. Kedua, mengetahui posisi bus dan jumlah penumpang. Ketiga, informasi halte berupa nama-nama halte pada rute layanan.
Keempat, menu augmented reality berupa fitur yang dapat melihat lokasi halte sejauh radius yang ditentukan. Bahkan, tiket pun bisa dibeli lewat aplikasi tersebut. Harga tiket hanya Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk siswa atau santri. Jauh-dekat tarif sama.
Jika penumpang memilih beli tiket pada aplikasi tersebut, pembayaran bisa dilakukan lewat dompet digital seperti OVO dan sejenisnya. Saat naik bus, penumpang tinggal scan barcode tiket di aplikasi. Kru bus bakal membantu scan. Jika penumpang tidak pakai aplikasi, pembayaran bisa dilakukan secara tunai atau menggunakan e-money.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jatim Nyono menyatakan, persiapan sudah dilakukan. ”Pada 19 Agustus nanti launching di Terminal Porong, Sidoarjo, oleh Ibu Gubernur Jatim,” ujarnya.
Secara umum, rutenya tidak berbeda dengan Trans Sidoarjo yang sebelumnya pernah beroperasi. Hanya, bus Trans Jatim ini dilewatkan Alun-Alun Sidoarjo. Rute Trans Sidoarjo dulu, bus keluar tol, lalu melintas di Jalan Pahlawan lurus ke timur dan langsung belok kanan ke Jalan Majapahit hingga menuju Porong.
Kini, setelah Jalan Pahlawan, bus belok kiri di perempatan Babalayar menuju Alun-Alun Sidoarjo. Setelah itu, baru lewat Jalan Majapahit untuk menuju ke Porong.
Kabid Angkutan Dishub Sidoarjo Rochjadi menjelaskan, bus Trans Jatim dilewatkan alun-alun karena banyak penumpang potensial di alun-alun. Sekaligus memperkenalkan ikon Sidoarjo.
”Sementara masih lewat alun-alun dulu. Ke depan bisa jadi lewat ke titik potensial lain,” jelasnya. Misalnya saja, kawasan sentra industri tas dan koper Tanggulangin maupun lainnya.
Pria yang akrab disapa Roy itu mengungkapkan, seluruh pengelolaan bus Trans Jatim dilakukan Dishub Jatim. Karena itu, delapan halte milik Dishub Sidoarjo dipinjam pakai oleh Dishub Jatim. ”Total, ada delapan halte milik Sidoarjo dan sembilan halte milik Dishub Jatim,” ungkapnya.
Namun, ke depan, Dishub Sidoarjo melengkapi sarana pendukungnya. Misalnya, menyiapkan titik parkir di dekat halte. Jadi, pemotor bisa menitipkan motornya di sana sebelum naik bus. ”Agar tidak khawatir meninggalkan motor sekaligus menstimulus warga untuk menggunakan bus tersebut,” jelasnya.
Pihaknya juga berencana menyiapkan kendaraan lebih kecil semacam shuttle dari titik tertentu menuju ke terminal atau halte bus. Sebab, banyak titik keramaian yang belum terjangkau bus Trans Jatim. ”Ranahnya Sidoarjo di situ, tapi next. Kami masih kaji dulu,” tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
