Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Agustus 2022 | 03.57 WIB

Untuk Memudahkan Akses Bus Trans Jatim Silakan Instal Ajaib

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Bus Trans Jatim milik Pemprov Jatim sudah siap beroperasi pada 19 Agustus mendatang. Rutenya, mulai Porong, Sidoarjo, hingga Terminal Bunder, Gresik, dan sebaliknya. Agar lebih mudah mengakses layanan transportasi publik itu bisa mengunduh Aplikasi Jatim Informasi Bus (Ajaib).

Sejumlah informasi ada pada menu Ajaib tersebut. Di antaranya, pertama, ada menu informasi rute untuk mengetahui infografis rute. Kedua, mengetahui posisi bus dan jumlah penumpang. Ketiga, informasi halte berupa nama-nama halte pada rute layanan.

Keempat, menu augmented reality berupa fitur yang dapat melihat lokasi halte sejauh radius yang ditentukan. Bahkan, tiket pun bisa dibeli lewat aplikasi tersebut. Harga tiket hanya Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 untuk siswa atau santri. Jauh-dekat tarif sama.

Jika penumpang memilih beli tiket pada aplikasi tersebut, pembayaran bisa dilakukan lewat dompet digital seperti OVO dan sejenisnya. Saat naik bus, penumpang tinggal scan barcode tiket di aplikasi. Kru bus bakal membantu scan. Jika penumpang tidak pakai aplikasi, pembayaran bisa dilakukan secara tunai atau menggunakan e-money.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jatim Nyono menyatakan, persiapan sudah dilakukan. ”Pada 19 Agustus nanti launching di Terminal Porong, Sidoarjo, oleh Ibu Gubernur Jatim,” ujarnya.

Secara umum, rutenya tidak berbeda dengan Trans Sidoarjo yang sebelumnya pernah beroperasi. Hanya, bus Trans Jatim ini dilewatkan Alun-Alun Sidoarjo. Rute Trans Sidoarjo dulu, bus keluar tol, lalu melintas di Jalan Pahlawan lurus ke timur dan langsung belok kanan ke Jalan Majapahit hingga menuju Porong.

Kini, setelah Jalan Pahlawan, bus belok kiri di perempatan Babalayar menuju Alun-Alun Sidoarjo. Setelah itu, baru lewat Jalan Majapahit untuk menuju ke Porong.

Kabid Angkutan Dishub Sidoarjo Rochjadi menjelaskan, bus Trans Jatim dilewatkan alun-alun karena banyak penumpang potensial di alun-alun. Sekaligus memperkenalkan ikon Sidoarjo.

”Sementara masih lewat alun-alun dulu. Ke depan bisa jadi lewat ke titik potensial lain,” jelasnya.  Misalnya  saja, kawasan sentra industri tas dan koper Tanggulangin maupun lainnya.

Pria yang akrab disapa Roy itu mengungkapkan, seluruh pengelolaan bus Trans Jatim dilakukan Dishub Jatim. Karena itu, delapan halte milik Dishub Sidoarjo dipinjam pakai oleh Dishub Jatim. ”Total, ada delapan halte milik Sidoarjo dan sembilan halte milik Dishub Jatim,” ungkapnya.

Namun, ke depan, Dishub Sidoarjo melengkapi sarana pendukungnya. Misalnya, menyiapkan titik parkir di dekat halte. Jadi, pemotor bisa menitipkan motornya di sana sebelum naik bus. ”Agar tidak khawatir meninggalkan motor sekaligus menstimulus warga untuk menggunakan bus tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga berencana menyiapkan kendaraan lebih kecil semacam shuttle dari titik tertentu menuju ke terminal atau halte bus. Sebab, banyak titik keramaian yang belum terjangkau bus Trans Jatim. ”Ranahnya Sidoarjo di situ, tapi next. Kami masih kaji dulu,” tandasnya. 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore