Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2020 | 23.16 WIB

Soal BPNT, Satreskrim Polres Gresik Panggil Semua Pihak

PERLU PENGAWASAN: Beberapa jenis bahan pokok yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Gresik. (Tim Jawa Pos) - Image

PERLU PENGAWASAN: Beberapa jenis bahan pokok yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Gresik. (Tim Jawa Pos)

JawaPos.com – Pekan ini belum ada kepastian soal lanjutan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) di masa pandemi Covid-19. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik mengaku terus mendalami regulasi program bantuan sosial dengan sumber dana dari APBN itu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan, setelah meminta keterangan beberapa pihak terkait program BPNT itu, pihaknya terus melakukan pendalaman. Sebab, regulasi yang menjadi landasan program tersebut cukup banyak. Karena itu, pihaknya butuh ketelitian untuk verifikasi.

”Sampai hari ini (kemarin, Red) kami masih proses verifikasi data dan keterangan yang sudah kami terima dari pemanggilan pihak Dinsos (Dinas Sosial) Gresik dan Korda (koordinator daerah) BPNT,” ujarnya.

Persoalan BPNT begitu kompleks. Mulai penyaluran yang tidak sesuai pedoman umum (pedum) dan peraturan menteri sosial (permensos), indikasi manipulasi agen-agen atau e-warong, hingga dugaan selisih harga paket bahan pangan yang diterima para keluarga penerima manfaat (KPM).

Karena itu, lanjut Bayu, pihaknya tengah mempelajari regulasi yang ada. Sebab, tentu dibutuhkan kehati-hatian untuk mengambil langkah selanjutnya. Bukan tidak mungkin kalau keterangan belum cukup, pihak dinsos maupun Korda BPNT kembali dipanggil. Bahkan, mungkin juga pihaknya meminta keterangan pihak-pihak lain yang terkait, terutama soal mekanisme penyaluran BPNT. Mereka bisa berasal dari penyelenggara, supplier, agen, atau KPM.

”Karena ini bersinggungan langsung dengan masyarakat sehingga ke depan pasti juga kami panggil untuk dimintai keterangan,” ungkapnya. Namun, soal kapan waktu pemanggilan, pihaknya belum bisa memastikan.

Seperti pernah diberitakan, pekan lalu (27/7) Unit Tipikor Satreskrim Polres Gresik memang sudah meminta keterangan beberapa pihak untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan penyaluran BPNT. Antara lain, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Gresik Sulyono serta Korda BPNT Gresik Suwanto. Sejumlah kalangan menilai atensi itu beralasan lantaran presiden dan Kapolri juga jauh-jauh hari telah memberikan warning tegas untuk tidak ”bermain-main” dalam program bantuan sosial. Apalagi di masa pandemi Covid-19.

Kasus BPNT di masa pandemi Covid-19 tersebut mengemuka setelah awak media menelusuri penyaluran program sembako itu di sejumlah lokasi. Ternyata, pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan Permensos 20/2019. Nominal sembako BPNT yang diterima 92.529 KPM se-Kabupaten Gresik seharusnya Rp 200 ribu per bulan per KPM. Namun, dari hasil pengecekan bantuan sembako di beberapa desa yang kemudian dibandingkan dengan harga di pasaran, diperkirakan ada selisih Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per KPM.

Sebelumnya, sejak kasus penyaluran BPNT itu mengemuka, Kepala Dinsos Pemprov Jatim Alwi langsung turun ke Gresik. Dia langsung memimpin rapat koordinasi dan evaluasi. Dalam pertemuan itu, Alwi meminta penyaluran BPNT berpedoman pada aturan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Y1cR5XcFTZE

https://www.youtube.com/watch?v=fzrViQ9c2tI

https://www.youtube.com/watch?v=d8KykPQ6414

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore