
Sejumlah persiapan dilakukan Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjelang dibuka pada awal Juli, salah satunya pengaturan antrean di loket dan keluar masuk di KBS. Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com - Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersiap untuk kembali buka. Sudah ada evaluasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur untuk menilai kelayakan lembaga konservasi milik Pemkot Surabaya tersebut. Rencananya, KBS dibuka pada pertengahan Juli ini.
Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengungkapkan bahwa ada rencana untuk soft launching terlebih dahulu sebelum dibuka pada 17 Juli. Pemesanan tiket masuk tidak dilayani di loket. Tapi, secara daring atau online.
”Soft launching rencananya Senin. Kami akan laporkan dulu kepada Bu Wali. Yang jelas, kami sudah dapat asesmen dari BKSDA Jawa Timur,” ungkap Agus Hebi kemarin (2/7) di balai kota.
Sudah ada rapat atau koordinasi yang melibatkan Pemkot Surabaya dengan BBKSDA Jawa Timur. Termasuk pendapat atau saran dan masukan dari pakar kesehatan masyarakat. Pemkot dan KBS pun sudah membuat protokol kesehatan yang siap diterapkan saat buka nanti.
Protokol kesehatan tersebut, antara lain, wajib menggunakan masker. Selain itu, tidak boleh berkerumun dan wajib jaga jarak. Tidak hanya itu, para pengunjung juga diharuskan untuk cek suhu tubuh terlebih dahulu. Akan disediakan tempat cuci tangan yang tersebar di area KBS agar memudahkan pengunjung. ”Jam buka akan dibagi dalam dua sesi setiap hari. Pagi dan siang, masing-masing sekitar dua jam,” ungkap Agus Hebi.
Pagi pukul 08.30 sampai pukul 11.00. Setelah itu, pengunjung akan diminta untuk keluar dari area KBS terlebih dahulu. Lalu, ada penyemprotan disinfektan di seluruh area KBS. Setelah kosong, baru sesi kedua dibuka mulai pukul 13.00 hingga pukul 15.00. ”Satu sesi kemungkinan 1.500 orang saja. Dibatasi dulu,” kata Hebi.
Dari hasil hitung-hitungan, kapasitas KBS bisa sampai 6 ribu pengunjung setiap hari. Nah, saran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hanya boleh setengah dari total kapasitas pengunjung. Maka, dalam sehari 3 ribu orang saja.
Yang tak kalah penting adalah pengaturan di luar KBS. Akan ada koordinasi dengan dinas perhubungan dan Satpol PP Kota Surabaya untuk penerapan protokol kesehatan di area luar KBS. Misalnya, jasa foto bersama di luar KBS harus menaati protokol kesehatan. Tak boleh lagi bergerombol. Tapi, harus menjaga jarak aman minimal 2 meter. ”Kalau untuk area parkir bisa nanti di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Jadi, di depan KBS hanya drop off,” ungkap Hebi.
Pintu selatan tetap ditutup. Pengunjung akan diminta mengakses pintu utara seperti biasanya.
---
PROTOKOL DI KBS

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
