
Ilustrasi BPS. Antara
JawaPos.com–Sejak Januari, Aslining Utami, warga Tegalsari, tak lagi mendengar namanya disebut petugas pengirim permakanan dari Pemkot Surabaya. Mulai bulan, nama perempuan 60 tahun itu hilang dari daftar penerima bantuan permakanan gratis.
Perempuan yang akrab disapa Nining itu, tinggal di rumah yang masih beralas tanah. Kubangan air terlihat di lantai tanah rumahnya.
Dia tinggal bersama saudaranya, Bambang Irawan. Rumahnya jauh dari kata layak. Lembap, gelap, dan beraroma tidak sedap.
Kondisi Nining itu sampai di telinga Imam Syafi'I, anggota Komisi A DPRD Surabaya. Imam mengatakan, melihat Nining dan Bambang hatinya teriris. Di depan rumah keduanya, di kaca, tertempel stiker keluarga miskin. Ketika barcode di stiker dipindai, ternyata intervensi yang didapatkan keduanya hanya berupa permakanan.
Sebelum Januari, Nining dan Bambang mendapatkan permakanan masing-masing. Namun, setelah memasuki Januari, justru hanya satu kotak permakanan yang datang. Kotak permakanan itu hanya untuk Bambang.
”Kok bisa hanya permakanan. Bu Nining ini masuk dalam kategori lanjut usia. Pak Bambang dan Bu Nining itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), keluarganya sempat cerita ke saya. Kalau Pak Bambang hanya diam, Bu Nining sedikit bisa berkomunikasi,” kata Imam.
Politikus Nasional Demokrat (Nasdem) itu menambahkan, yang makin membuat hatinya miris adalah nama Nining yang tidak lagi dimasukkan penerima permakanan. Dia menyatakan, saat ini sudah masuk Februari.
”Masa data permakanan masih terus divalidasi. Sudah tertempel stiker keluarga miskin juga, coba lah dilihat ini teman-teman eksekutif. APBD kita tahun ini dua digit, tolong jangan begitu dinas sosial mana ini,” papar Imam.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) itu mempertanyakan kinerja dinas sosial (Dinsos). Imam menyampaikan, sebetulnya, keluarga Nining dan Bambang sudah turut membantu. Namun, tetap butuh kehadiran Pemkot Surabaya.
Imam berharap agar Pemkot Surabaya bisa melakukan dandan omah terhadap rumah Nining dan Bambang. Tahun ini, dandan omah atau perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) meningkat menjadi 3.500 unit.
”Ini di depan mata sudah kelihatan kondisi rumah Bu Nining dan Pak Bambang. Jangan hanya merangkai kata-kata, butuh eksekusi,” ucap Imam.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
