Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Februari 2023 | 02.19 WIB

Pemkot Surabaya Cabut Bantuan Permakanan untuk Seorang ODGJ Lansia

Ilustrasi BPS. Antara - Image

Ilustrasi BPS. Antara

JawaPos.com–Sejak Januari, Aslining Utami, warga Tegalsari, tak lagi mendengar namanya disebut petugas pengirim permakanan dari Pemkot Surabaya. Mulai bulan, nama perempuan 60 tahun itu hilang dari daftar penerima bantuan permakanan gratis.

Perempuan yang akrab disapa Nining itu, tinggal di rumah yang masih beralas tanah. Kubangan air terlihat di lantai tanah rumahnya.

Dia tinggal bersama saudaranya, Bambang Irawan. Rumahnya jauh dari kata layak. Lembap, gelap, dan beraroma tidak sedap.

Kondisi Nining itu sampai di telinga Imam Syafi'I, anggota Komisi A DPRD Surabaya. Imam mengatakan, melihat Nining dan Bambang hatinya teriris. Di depan rumah keduanya, di kaca, tertempel stiker keluarga miskin. Ketika barcode di stiker dipindai, ternyata intervensi yang didapatkan keduanya hanya berupa permakanan.

Sebelum Januari, Nining dan Bambang mendapatkan permakanan masing-masing. Namun, setelah memasuki Januari, justru hanya satu kotak permakanan yang datang. Kotak permakanan itu hanya untuk Bambang.

”Kok bisa hanya permakanan. Bu Nining ini masuk dalam kategori lanjut usia. Pak Bambang dan Bu Nining itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), keluarganya sempat cerita ke saya. Kalau Pak Bambang hanya diam, Bu Nining sedikit bisa berkomunikasi,” kata Imam.

Politikus Nasional Demokrat (Nasdem) itu menambahkan, yang makin membuat hatinya miris adalah nama Nining yang tidak lagi dimasukkan penerima permakanan. Dia menyatakan, saat ini sudah masuk Februari.

”Masa data permakanan masih terus divalidasi. Sudah tertempel stiker keluarga miskin juga, coba lah dilihat ini teman-teman eksekutif. APBD kita tahun ini dua digit, tolong jangan begitu dinas sosial mana ini,” papar Imam.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) itu mempertanyakan kinerja dinas sosial (Dinsos). Imam menyampaikan, sebetulnya, keluarga Nining dan Bambang sudah turut membantu. Namun, tetap butuh kehadiran Pemkot Surabaya.

Imam berharap agar Pemkot Surabaya bisa melakukan dandan omah terhadap rumah Nining dan Bambang. Tahun ini, dandan omah atau perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) meningkat menjadi 3.500 unit.

”Ini di depan mata sudah kelihatan kondisi rumah Bu Nining dan Pak Bambang. Jangan hanya merangkai kata-kata, butuh eksekusi,” ucap Imam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore