
Dwi Bagus Martono, mengaku menyesal dan khilaf usai membunuh, memutilasi hingga menggiling jasad istri sirinya Dini Hardiyanti, 30, dan ankanya AGF,4. (Ardini Pramitha/JawaPos.com).
JawaPos.com - Satu persatu fakta terkuak dalam kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Dwi Bagus Martono, 30, terhadap istri sirinya Dini Hardiyanti, 30, dan anaknya AGEF, 4.
Terbaru, pembunuhan terhadap Dini ternyata telah direncanakan Dwi Bagus satu minggu sebelum dieksekusi pada tanggal 20 September 2026.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur fakta itu terungkap berdasarkan pengakuan dari tersangka sendiri.
"Jadi, yang menarik terkait perkembangan penyidikan, ada pengakuan terbaru dari tersangka bahwa tersangka memang satu minggu sebelumnya memang sudah merencanakan. Sudah merencanakan, tapi dia nunggu timing aja waktunya," kata Jumhur di RS Bhayangkara, Rabu (4/11/2026).
Pengakuan Dwi Bagus itu diperkuat dengan temuan alat komunikasi atau ponsel miliknya yang digunakan untuk mencari tahu di internet cara membunuh seseorang.
"Bahwa satu minggu sebelumnya itu tersangka browsing terkait cara menghabisi korban dengan cara mencekik itu tekniknya gimana, dia pelajari," katanya.
Kemudian, Dwi Bagus juga mencari tahu berbagai alat mesin yang sekiranya bisa digunakan untuk menghilangkan jasad korban.
"Yang kedua, dia browsing alat mesin. Jadi, berbagai mesin dia pelajari satu-satu, dapatlah ketemu yang yang dijadikan barang bukti," jelasnya.
Tak sampai di situ, Dwi Bagus yang terkenal dengan kepintarannya itu juga telah menyiapkan jawaban jika ditanya polisi terkait hilangya perempuan asal Bogor tersebut.
Dia pun sampai meminta bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk menyiapkan skenario-skenario yang sekiranya masuk akal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022