Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2026 | 04.25 WIB

Kejar Zero Accident, KSOP Tanjung Perak Gelar Simulasi Penyelamatan Kapal Terbakar

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak menggelar Simulasi Tanggap Darurat Penanganan Kebakaran dan Evakuasi Penumpang Meninggalkan Kapal, Selasa (3/11/2026). (Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak menggelar Simulasi Tanggap Darurat Penanganan Kebakaran dan Evakuasi Penumpang Meninggalkan Kapal, Selasa (3/11/2026). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak menggelar Simulasi Tanggap Darurat Penanganan Kebakaran dan Evakuasi Penumpang Meninggalkan Kapal, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye keselamatan pelayaran sekaligus mendorong pencapaian target zero accident atau nihil kecelakaan pelayaran.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program pemerintah untuk membangun budaya keselamatan di sektor pelayaran.

“Melalui pelaksanaan ini, kami berharap akan tumbuh kesadaran terhadap budaya keselamatan. Baik itu dari regulator, operator, dan tentunya masyarakat pengguna jasa,” ujarnya ditemui usai acara di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Menurut dia, kampanye keselamatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi kecelakaan kapal bisa ditekan. Kesadaran dan komitmen seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayaran yang aman.

Meski demikian, Samsuddin mengakui insiden kecelakaan kapal masih kerap terjadi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari faktor cuaca, kelalaian, hingga ketidakpatuhan penumpang terhadap aturan keselamatan.

Selain itu, hasil investigasi sejumlah kejadian juga menemukan adanya barang berbahaya yang diangkut kapal tanpa dilaporkan kepada operator.

“Insiden itu bisa terjadi kapan saja karena banyak faktor yang berpengaruh. Kadang karena faktor cuaca, kelalaian, penumpang yang tidak taat, atau dari investigasi ditemukan adanya barang berbahaya yang dimuat tetapi tidak dilaporkan kepada operator,” jelasnya.


Karena itu, pengawasan terhadap barang bawaan dan muatan kapal menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan operator kapal maupun masyarakat pengguna jasa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore