Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20.00 WIB

Ancaman Kesehatan Mengintai Warga Surabaya, Kasus Heat Stroke Meningkat

Cuaca panas menyelimuti Kota Surabaya dan memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan warga. Dalam rangkaian reportase “Surabaya Panas!”, JawaPos.com menelusuri ancaman dehidrasi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga heat stroke, serta upaya tenaga kesehatan dan pemerintah dalam melindungi masyarakat di tengah cuaca ekstrem. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Cuaca panas menyelimuti Kota Surabaya dan memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan warga. Dalam rangkaian reportase “Surabaya Panas!”, JawaPos.com menelusuri ancaman dehidrasi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga heat stroke, serta upaya tenaga kesehatan dan pemerintah dalam melindungi masyarakat di tengah cuaca ekstrem. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Tubuh manusia bukan tungku yang bisa terus dipanaskan tanpa batas. Ada saatnya keringat tak lagi cukup untuk mendinginkan kulit, detak jantung bekerja lebih keras, dan rasa lelah menjadi peringatan bahwa tubuh mulai kewalahan menghadapi suhu lingkungan.

Di Surabaya, ketika matahari seolah tak memberi jeda dari pagi hingga sore, panas bukan sekadar perkara gerah dan pakaian yang basah oleh keringat. Di balik suhu udara yang menyengat, ada ancaman kesehatan yang mengintai, terutama bagi lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Paparan panas dalam waktu lama dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. Dampaknya bukan hanya rasa haus atau kelelahan. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, hingga heat stroke yang membutuhkan penanganan medis segera.

Dokter spesialis penyakit dalam RSIA Pusura Tegalsari Surabaya, dr. Sella Rizkita Lestari, menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk mendinginkan diri ketika suhu lingkungan meningkat. Salah satunya dengan meningkatkan aliran darah ke kulit dan memproduksi keringat.

"Mendinginkan tubuh ini adalah kerja dari jantung. Jantung akan mengalirkan aliran darah ke kulit untuk mengeluarkan panas, salah satunya dalam bentuk keringat. Otomatis, jantung itu berusaha lebih keras daripada biasanya," ujar Sella kepada JawaPos.com.

Kerja ekstra tersebut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, terutama gangguan jantung dan ginjal. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan harus bekerja lebih keras menghadapi panas, kondisi kesehatan kelompok tersebut berpotensi memburuk.

Lansia juga termasuk kelompok yang rentan terdampak. Penurunan kemampuan tubuh dalam mengatur suhu dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dapat membuat mereka lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat panas.

Risiko serupa dihadapi pekerja informal dan pekerja luar ruangan yang harus berhadapan langsung dengan matahari selama berjam-jam. Bagi mereka, menghindari paparan panas sepenuhnya bukan perkara mudah karena aktivitas di luar ruangan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Dokter spesialis penyakit dalam RSIA Pusura Tegalsari, Surabaya, dr. Sella Rizkita Lestari. (Dadang Kurnia/ JawaPos.com)

Sella mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai rasa haus muncul untuk minum. Asupan air putih perlu dipenuhi secara berkala, terutama ketika beraktivitas di bawah terik matahari.

Perlindungan terhadap kulit juga tidak boleh diabaikan. Menurut Sella, penggunaan tabir surya bukan hanya kebutuhan perempuan, melainkan berlaku bagi siapa saja yang terpapar sinar ultraviolet.

"Banyak yang mikir pakai sunscreen itu buat cewek aja. Enggak, semua orang berisiko terkena paparan sinar UV yang bisa memicu kanker kulit. Semua bisa kena, tidak melihat cewek atau cowok," tambahnya.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore