Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 23.33 WIB

Sebanyak 198 Kecamatan di Jatim Terdampak Kekeringan

Potret Kekeringan Akibat Cuaca Panas Ekstrim (laist.com)

 

 
 
JawaPos.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto mengungkapkan, hingga akhir September 2026, sebanyak 198 kecamatan di 25 kabupaten/ kota di wilayah setempat yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
 
Guna mengatasi musibah tahunan tersebut, BPBD Jatim terus menggenjot pengiriman bantuan air bersih secara masif ke kantong-kantong pemukiman warga terdampak.
 
"Penanganan terus kami lakukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan," ujar Gatot, Jumat (2/10).
 
Berdasarkan pendataan BPBD Jatim per 28 September 2026, air bersih yang didistribusikan mencapai 23.073.750 liter atau setara 4.627 ritase. Bantuan air bersih skala besar tersebut telah menjangkau sedikitnya 36.009 Kepala Keluarga (KK) atau mencakup 395.438 jiwa.
 
"Distribusi air bersih kami lakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. Kami berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan," kata Gatot.
 
Gatot memproyeksikan, dampak kekeringan menjelang akhir 2026 di Jatim berpotensi meluas hingga menyasar 29 kabupaten/kota dengan jumlah warga terdampak menembus 1,5 juta jiwa yang terdiri dari 489.608 KK.
 
Gatot mengungkapkan, Kabupaten Pamekasan menjadi daerah dengan dampak terparah, dimana 67.203 KK terdampak di 78 desa. Kemudian disusul Kabupaten Sumenep sebanyak 58.400 KK di 70 desa.
 
Sementara itu, Kabupaten Gresik mencatat 42.129 KK di 62 desa, Bangkalan 36.950 KK di 52 desa, Lamongan 25.637 KK di 71 desa, serta Bojonegoro 22.840 KK di 92 desa.
 
Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 mengenai Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 6 Oktober 2026. Langkah tersebut disusul penetapan status kedaruratan oleh 24 kabupaten/ kota di Jatim.
 
Ada sembilan daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat, yakni Lumajang, Pasuruan, Malang, Jember, Mojokerto, Situbondo, Pamekasan, Probolinggo, dan Sumenep.
 
Sementara 15 daerah lainnya berstatus siaga darurat, yang meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Trenggalek, Gresik, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, dan Bojonegoro.
 
 
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD Jatim terus mendorong pemerintah daerah memperkuat pemantauan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
 
"Yang paling penting adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan air bersih. Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama daerah," ucap Gatot.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore