
Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali menyegel pintu gerbang kampus, Senin (21/9). (Ardini Pramitha/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali menyegel pintu gerbang kampus, Senin (21/9).
Aksi ini sebagai bentuk protes meminta rektor UINSA Akh Muzakki agar tidak memimpin kampus untuk periode keduanya.
Korlap aksi, Fadlurrahman Fazle saat dikonfirmasi menyebut penyegelan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB.
"Kampus kami segel. Tidak ada aktifitas perkuliahan hari ini," kata mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UINSA ini.
Menurutnya, yang diperbolehkan masuk adalah mahasiswa dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau aplikasi khusus mahasiswa UINSA.
"Bagi pegawai tenaga kependidikan, hanya boleh masuk untuk absen saja. Parkir kendaraan di luar," ujarnya.
Aksi tersebut membuat kepadatan di jalur frontage Ahmad Yani Surabaya karena terjadi penumpukan pegawai yang tidak masuk ke dalam kampus.
Aksi tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutan utama mahasiswa dipenuhi Kementerian Agama yakni mencopot Rektor UINSA Akh Muzakki.
"Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun," jelasnya.
Pekan lalu, mahasiswa juga menggelar aksi protes pelantikan Akh Muzakki sebagai rektor baru periode 2026-2030. Adapun delapan tuntutan UINSA itu yakni:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022