Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2026 | 22.02 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang Setinggi 4 Meter Intai Perairan Selatan Jatim

Ilustrasi gelombang tinggi. - Image

Ilustrasi gelombang tinggi.

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi ancaman tinggi gelombang ekstrem yang diprediksi melanda perairan Jatim pada 21-24 September 2026.

Prakirawan BMKG Stamar Tanjung Perak Surabaya, Prasetyo Umar Firdianto membeberkan, secara umum kondisi sinoptik wilayah perairan Provinsi Jawa Timur saat ini berstatus cerah berawan.

Akan tetapi, potensi ancaman datang dari laju angin yang terpantau berembus dominan dari arah Timur menuju Tenggara. "Kecepatan angin cukup tinggi, yakni menyentuh angka 5 hingga 27 knots," kata Prasetyo, Minggu (20/9).

Hembusan angin kencang inilah yang memicu terjadinya peningkatan gelombang di sejumlah titik.

Ancaman tertinggi diprediksi mengintai kawasan pesisir selatan Jawa Timur. BMKG mencatat tinggi gelombang ekstrem pada kisaran 2,5 meter hingga maksimal mencapai 4,0 meter berpeluang besar terjadi dan menghantam perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.

Sementara itu, untuk kawasan laut utara dan area kepulauan Jatim, status waspada juga diberlakukan. Gelombang dengan ketinggian antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang menyapu Perairan Masalembo, Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, serta Perairan Bawean.

Tak hanya itu, gelombang pada kisaran serupa juga mengancam wilayah perairan utara Pulau Madura, seperti Bangkalan, Sampang, Pamengkasan, dan Sumenep. Kepulauan Sapudi bagian utara, serta wilayah Kepulauan Kangean bagian utara, timur, hingga selatan juga tak luput dari status waspada.

Prasetyo mengingatkan seluruh aktivitas yang melintasi jalur laut, baik untuk urusan penyeberangan komersial maupun penangkapan ikan, agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan ulang rencana keberangkatan.

Ia menjelaskan, operasional penyeberangan sangat berisiko apabila laju kecepatan angin sudah mencapai 21 knot, terutama jika disusul dengan tinggi gelombang yang menyentuh angka 2,5 meter.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore