
Ilustrasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menonaktifkan sementara (blokir) data 169 ribu Kartu Keluarga (KK) yang belum melakukan pelaporan (verifikasi) maupun data tidak sesuai di lapangan.
"Kita ambil kebijakan 169.000 (KK) ini kita lakukan penonaktifannya atau diblokir datanya di Aplikasi Cek-in warga," tutur Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, Sabtu (25/7).
Data Disdukcapil mencatat terdapat 1.002.736 KK di Surabaya. Namun, pendataan melalui DTSEN akhir 2025 menunjukkan masih banyak warga yang tidak ditemukan di alamat sesuai data administrasi kependudukan.
Baca Juga:Rumor Transfer: Real Madrid Kembali Buka Peluang Rekrut Rodri Usai Bersinar di Piala Dunia 2026
Eddy menuturkan hasil pendataan DTSEN, sekitar 169 ribu KK tidak terverifikasi di lapangan. Sementara itu, pendataan program Perlinsos mencatat jumlah warga yang belum ditemukan mencapai hampir 200 ribu KK.
"Prinsip daripada intervensi bantuan sosial dari Kemensos ini kan de facto de jure. Administrasi Kependudukan harus sama dengan tempat tinggal yang bersangkutan. Nah Pemkot menerapkan prinsip yang sama," imbuhnya.
Intervensi yang diberikan pemkot, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial hingga layanan lainnya, kata Eddy, mengacu pada kesesuaian antara data adminduk dengan kondisi tempat tinggal warga.
"Nah, tentunya syarat daripada intervensi (program pencegahan) itu tentang status keberadaan dengan administrasinya harus sama. De facto (kondisi nyata) dan de jure-nya (data administrasi) itu harus klop," terang Eddy.
Meski demikian, warga yang masih berdomisili di Surabaya tidak perlu cemas apabila alamat tempat tinggalnya berbeda dengan yang tercantum pada Kartu Keluarga (KK). Kondisi tersebut masih dapat diperbarui.
Warga cukup melaporkan keberadaan atau alamat tempat tinggal terbaru melalui mekanisme yang telah disiapkan pemerintah agar data administrasi kependudukan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sementara itu, warga yang sudah menetap di luar Surabaya diimbau segera mengurus perpindahan administrasi kependudukan. Langkah ini diperlukan agar data domisili sesuai dengan lokasi tempat tinggal saat ini.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
