
Pemkot Surabaya akan mencoret peserta SPBM 2026/2027 yang memanipulasi alamat KK. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Fenomena orang tua berbondong-bondong memindahkan alamat Kartu Keluarga (KK) agar anaknya bisa masuk sekolah favorit, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, Pemkot Surabaya secara tegas akan mencoret peserta yang masih nekat memanipulasi data kependudukan, seperti alamat rumah pada KK.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan pihaknya memanfaatkan aplikasi Cek In Warga untuk mendeteksi praktik curang tersebut.
"Saat ini, sistem SPMB telah terhubung dengan data Cek In Warga yang digunakan sebagai salah satu instrumen verifikasi domisili warga, sehingga penerimaan sekolah berjalan objektif dan transparan," tuturnya, Kamis (4/6).
Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memastikan apakah alamat yang tercantum dalam dokumen kependudukan benar-benar menjadi tempat tinggal peserta didik yang bersangkutan.
Perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang dilakukan semata-mata untuk memenuhi persyaratan masuk sekolah tanpa disertai perpindahan tempat tinggal yang sebenarnya, dengan mudah terdeteksi dalam proses verifikasi.
“Apabila terdapat perpindahan KK yang hanya dilakukan untuk kepentingan sekolah, namun pada faktanya yang bersangkutan tidak tinggal di alamat itu, maka permohonan administrasinya tidak akan dilayani," tegas Irvan.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026/2027, warga Surabaya juga perlu memahami bahwa tanggal cetak KK tidak dapat dijadikan acuan dalam menentukan lama seseorang tinggal di alamat tersebut.
Sebab, tanggal yang tertera pada KK hanya menunjukkan waktu dokumen administrasi tersebut diproses atau dicetak, bukan waktu awal seseorang mulai tinggal di alamat yang tercantum.
"Karena itu, apabila diperlukan klarifikasi terkait riwayat domisili untuk kepentingan SPMB, masyarakat dapat mengajukan surat keterangan resmi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” beberanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
