
Dishub mencatat penerapan parkir digital di Surabaya berdampak positif pada peningkatan PAD. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Digitalisasi sistem parkir di Kota Surabaya mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat PAD dari sektor retribusi parkir mengalami kenaikan sebesar 10 persen.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) terhitung signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Peningkatan pemasukan parkir setelah digitalisasi sekitar 10 persen. Kenaikan ini ada karena sistem parkir digital membuat pencatatan lebih transparan," ujar Trio di Surabaya, Minggu (14/6).
Ia menjelaskan, realisasi pendapatan parkir pada tahun 2025 mencapai Rp 25 miliar. Dengan optimalisasi sistem digital, pihaknya optimis target pendapatan parkir 2026 bisa melonjak tajam hingga 40-50 persen.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara bertahap menerapkan sistem parkir digital atau non tunai sejak Januari 2026. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Trio menyebut implementasi secara efektif baru berjalan sekitar bulan Maret dan April 2026, setelah distribusi perangkat ponsel pintar kepada para juru parkir (jukir) rampung dilakukan pasca Hari Raya Idulfitri.
“Harapan kami tentunya dengan optimalisasi parkir digital PAD bisa terus tumbuh hingga 50 persen dari tahun sebelumnya. Kami akan terus melakukan evaluasi terkait peningkatan pendapatan retribusi ini," imbuhnya.
Baca Juga:BEM UI Tunjukan Bukti Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI, Singgung Polri Hanya Bela Kepentingan Elite
Demi meminimalisir kebocoran PAD akibat parkir liar, Dishub Surabaya meminta masyarakat untuk lebih jeli dan berani menolak melakukan pembayaran tunai di titik parkir digital atau non tunai.
Sebab meski sudah sekitar 6 bulan diterapkan, masyarakat masih menemukan juru parkir nakal. Modusnya beragam, seperti lupa membawa kertas barcode QRIS, kuota internet habis, hingga tidak membawa handphone.
“Kami meminta warga Surabaya, manakala melihat petugas parkir wajahnya tidak sesuai dengan foto yang ada di papan rambu, mohon untuk tidak dibayar. Jangan lakukan pembayaran," tegas Trio.
Menurutnya, pembayaran non-tunai dapat memutus stigma negatif terkait aliran dana retribusi parkir yang selama ini dianggap sebagai biang kerok kebocoran PAD Kota Surabaya.
“Pendapatan yang masuk juga nantinya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunan kota. Selain itu, data performa pendapatan harian jukir juga terekam jelas di sistem digital," pungkasnya. (*)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
