Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 04.44 WIB

Parkir Digital Dongkrak PAD Surabaya, Pendapatan Retribusi Naik 10 Persen

Dishub mencatat penerapan parkir digital di Surabaya berdampak positif pada peningkatan PAD. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Dishub mencatat penerapan parkir digital di Surabaya berdampak positif pada peningkatan PAD. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Digitalisasi sistem parkir di Kota Surabaya mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat PAD dari sektor retribusi parkir mengalami kenaikan sebesar 10 persen. 

Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) terhitung signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. 

“Peningkatan pemasukan parkir setelah digitalisasi sekitar 10 persen. Kenaikan ini ada karena sistem parkir digital membuat pencatatan lebih transparan," ujar Trio di Surabaya, Minggu (14/6). 

Ia menjelaskan, realisasi pendapatan parkir pada tahun 2025 mencapai Rp 25 miliar. Dengan optimalisasi sistem digital, pihaknya optimis target pendapatan parkir 2026 bisa melonjak tajam hingga 40-50 persen. 
 
Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara bertahap menerapkan sistem parkir digital atau non tunai sejak Januari 2026. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.  

Trio menyebut implementasi secara efektif baru berjalan sekitar bulan Maret dan April 2026, setelah distribusi perangkat ponsel pintar kepada para juru parkir (jukir) rampung dilakukan pasca Hari Raya Idulfitri.
 
“Harapan kami tentunya dengan optimalisasi parkir digital PAD bisa terus tumbuh hingga 50 persen dari tahun sebelumnya. Kami akan terus melakukan evaluasi terkait peningkatan pendapatan retribusi ini," imbuhnya. 

Demi meminimalisir kebocoran PAD akibat parkir liar, Dishub Surabaya meminta masyarakat untuk lebih jeli dan berani menolak melakukan pembayaran tunai di titik parkir digital atau non tunai. 

Sebab meski sudah sekitar 6 bulan diterapkan, masyarakat masih menemukan juru parkir nakal. Modusnya beragam, seperti lupa membawa kertas barcode QRIS, kuota internet habis, hingga tidak membawa handphone. 

“Kami meminta warga Surabaya, manakala melihat petugas parkir wajahnya tidak sesuai dengan foto yang ada di papan rambu, mohon untuk tidak dibayar. Jangan lakukan pembayaran," tegas Trio.
 
Menurutnya, pembayaran non-tunai dapat memutus stigma negatif terkait aliran dana retribusi parkir yang selama ini dianggap sebagai biang kerok kebocoran PAD Kota Surabaya. 

“Pendapatan yang masuk juga nantinya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk pembangunan kota. Selain itu, data performa pendapatan harian jukir juga terekam jelas di sistem digital," pungkasnya. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore