Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 23.25 WIB

ITS Ciptakan Kapal Pembersih Sampah Tanpa Awak, Sudah Diuji Coba di Bali dan Kalimantan

Tim FTK ITS Surabaya menciptakan inovasi kapal pembersih sampah tanpa awak untuk mengatasi persoalan sampah di pesisir. (Humas ITS) - Image

Tim FTK ITS Surabaya menciptakan inovasi kapal pembersih sampah tanpa awak untuk mengatasi persoalan sampah di pesisir. (Humas ITS)

JawaPos.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menghadirkan inovasi di bidang kemaritiman, yakni kapal pembersih sampah tanpa awak, yang telah diuji coba di Bali dan Kalimantan. 

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati menyebut inovasi ini berangkat dari keprihatinan tim peneliti Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS, terkait permasalahan sampah di perairan Indonesia. 

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi konsen pemerintah dan pemerhati lingkungan. Kapal pembersih sampah ini menjadi bukti pengaplikasian iptek dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. 

“Jadi ini teknologinya sederhana, tetapi InsyaAllah manfaatnya besar, sehingga itu sesuai dengan cita-cita kami (ITS) sebagai kampus yang berdampak,” tutur Bambang di kampus ITS, Jumat (12/6).

Senada, Ketua tim peneliti Kapal Pembersih Sampah Tanpa Awak, Hasanudin menyampaikan bahwa inovasi ini hadir untuk menjawab kekhawatiran atas tingginya pencemaran mikroplastik pada ekosistem laut.

"Sampah kiriman di wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hayati, jika tidak ditangani segera, ekosistem laut kita jadi taruhan,” ucap dosen di Fakultas Teknologi Kelautan ITS tersebut.

Kapal pembersih ini dirancang dengan konsep sederhana agar mudah digunakan serta dirawat oleh masyarakat setempat. Desain yang diterapkan juga mengutamakan kemudahan operasional bagi warga pesisir.

“Kami sengaja mendesain kapal tanpa awak ini dengan sistem yang sederhana namun kuat, karena memang ditargetkan untuk masyarakat pesisir,” terang dosen dengan bidang keahlian Desain Kapal ini. 

Bagian depan kapal dibuat sirip pengatur yang berfungsi mengumpulkan sampah ke keranjang penampung di bagian tengah saat armada kapal bergerak. 

Sistem kendali kapal juga memanfaatkan remote control yang dapat dioperasikan dari jarak 1 kilometer. Hasan menyebut teknologi yang diterapkan sengaja dibuat efisien agar biaya operasional dan perawatan tetap rendah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore