Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 06.00 WIB

BBKK Surabaya Waspadai Penyebaran Hantavirus di Pelabuhan dan Bandara

Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan pihaknya memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk mencegah penyebaran Hantavirus. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan pihaknya memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk mencegah penyebaran Hantavirus. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan pasca munculnya wabah hantavirus dalam perjalanan kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik merenggut 3 nyawa penumpang. Insiden ini kekhawatiran masyarakat global. 

Terlebih saat ini memasuki musim ibadah haji, di mana jutaan muslimah dari berbagai penjuru dunia melakukan perjalanan jauh untuk menunaikan rukun islam yang ke-lima di Tanah Suci Arab Saudi. Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan,  pihaknya melakukan pengetatan seusai ada instruksi dari Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

"Pengawasan ini dilakukan di pelabuhan maupun di bandara. Di pelabuhan, kapal-kapal pasti kami periksa sanitasinya, termasuk keberadaan tikus," ujar Rosidi di Asrama Embarkasi Surahaya, Rabu (13/5).

Hantavirus merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Gejalanya seperti demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan. 

"Tikus merupakan indikator kebersihan lingkungan yang kurang baik, jika ada satu tikus, biasanya ada gerombolannya yang membuat sarang dan menjadi pemicu risiko virus," lanjutnya.

Menurut Rodisi, pelabuhan menjadi lokasi dengan potensi penyebaran hantavirus tinggi. Di sana, banyak kapal, kendaraan, dan ribuan bahkan jutaan orang melalukan mobilitas setiap harinya.

"Pelabuhan ini pintu masuk negara yang memiliki potensi (penyebaran hantavirus) karena faktor kelembapan. Kapal-kapal yang datang, baik kapal besar, kapal pesiar, maupun lokal atau feri," terang Rosidi.

Tim BBKK Surabaya secara berkala memeriksa kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan, guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga sekaligus mencegah penyebaran Hantavirus yang ditularkan tikus.

Selain pelabuhan, pengawasan juga diperketat di bandara, stasiun, dan titik transportasi umum lainnya. Area seperti ruang logistik, gudang gelap, hingga ruangan kosong dengan sanitasi buruk menjadi fokus pemantauan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore