Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 01.12 WIB

Cegah Komplikasi, Kenali Gejala Awal dan Lanjutan jika Terinfeksi Hantavirus

ILUSTRASI: Hantavirus. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Hantavirus. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dunia kini tengah diminta waspada dengan penyebaran dan penularan Hantavirus yang dibawa hewan pengerat tikus. Meski penularan antar manusia masih tergolong rendah, masyarakat diminta tetap mewaspadai gejala hantavirus jika habis kontak dengan tikus.

Diungkapkan dr. Rio Yansen Cikutra, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, infeksi Hantavirus paling sering terjadi melalui airborne transmission. Yakni saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. 

Selain itu, kontak langsung dengan sarang tikus atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh area wajah juga meningkatkan risiko penularan," jelas dr. Rio baru-baru ini.

Jika terinfeksi, papar dr. Rio, dapat menyebabkan dua sindrom utama pada manusia. Pertama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), biasanya menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Lalu kedua, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada dan memeriksakan diri secepatnya ketika menemui gejala terinfeksi hantavirus. Secara klinis, gejala Hantavirus terbagi ke dalam dua tahap perkembangan. 

Gejala Awal

Menurut dr. Rio, pada tahap awal, gejala yang dirasakan penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot (terutama di bagian punggung dan paha), serta tubuh yang terasa sangat lemas. Gejala ini sering kali disertai gangguan pencernaan seperti nyeri perut, muntah, hingga diare.

Gejala Lanjutan

Jika kondisi memburuk, pasien akan mengalami gangguan pernapasan serius, mulai dari batuk-batuk hingga sesak napas akut akibat penumpukan cairan di paru-paru. Selain itu, dapat terjadi sindrom jaundice (kuning), penurunan tekanan darah secara drastis (syok) hingga gangguan fungsi ginjal.

"Jika Anda mulai merasakan gejala seperti demam tinggi yang disertai nyeri otot hebat, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis yang dilakukan sedini mungkin sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih berat," tambah dr. Rio. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore