ALASAN: Guru ngaji MZ di Surabaya, mengaku cabuli santri laki-laki karena nafsu. Ia tidak mau perempuan karena takut zina dan hamil.(IST/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - MZ, 22, seorang guru ngaji di Genteng Kali, Surabaya, yang menjadi tersangka pencabulan terhadap 7 santri laki-laki, ternyata pernah melakukan perbuatan tak senonoh itu pada 2021. Tak kapok, rupanya perbuatan itu dilakukan kembali oleh pelaku pada 2025-2026, hingga akhirnya kejahatannya terbongkar.
"2021 itu dulu sebelum jadi guru ngaji. Sama perempuan nafsu. Iya bergantian (mencabuli korban)," tutur tersangka MZ saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan dilansir dari Radar Surabaya (JawaPos Group), Rabu (13/5).
Dalam aksinya kali ini, tersangka mengaku nekat mencabuli korban saat tidur menginap di yayasan tempat belajar, karena nafsu. Selain itu, pelaku berdalih nekat mencabuli santri laki-laki, karena takut zina dan hamil bila mencabuli perempuan.
"Waktu tidur masukin kemaluan ke mulutnya. Tiba-tiba muncul nafsu karena sering nonton film porno itu. Kalau sekarang (suka) anak-anak soalnya adanya cowok kalau sama perempuan takutnya zina atau hamil gitu," ucap MZ.
Sebelumnya, MZ mengaku sudah pernah melakukan pencabulan pada 2021. Kemudian berhenti. Tersangka kembali melakukan pencabulan mulai tahun 2025 saat mengajar ngaji di yayasan kawasan Jalan Genteng Kali.
Diberitakan sebelumnya, seorang guru ngaji berinisial MZ, 22, bukannya mengajar dan membina santrinya dengan baik, malah mencabuli 7 santri laki-laki. Hal itu dilakukan sang guru saat santrinya menginap di yayasan tempat mengajarnya di kawasan Genteng Kali, Surabaya.
Akibat aksi tak senonoh tersebut, MZ dilaporkan ke polisi dan saat ini ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengatakan, aksi pencabulan dilakukan tersangka MZ sebagai guru ngaji kepada 7 orang santri laki-laki sejak 2025.
Kasus kekerasan seksual itu terungkap setelah salah satu korban melapor menjadi korban pencabulan oleh tersangka. Beberapa temannya atau korban lain kemudian berani buka suara. Akhirnya kasus tersebut dilaporkan orang tua korban ke Polrestabes Surabaya.
"Tujuh orang ini dilakukan perbuatan cabul oleh tersangka sejak tahun 2025 hingga 2026. Saat malam hari tersangka datang ke kamar korban. Lalu kemudian posisinya mengangkangi korban tidur kemudian diminta oral sex," ungkapnya, Sabtu (9/5).
Dijelaskan Lutfhie, aksi pencabulan tersebut dilakukan tersangka MZ saat korban menginap di yayasan pada Jumat sampai Minggu untuk belajar ngaji. Aksi bejat itu dilakukan saat malam hari. Korbannya santri laki-laki mulai umur 10 tahun hingga 15 tahun.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
