
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat mengisi materi di acara Media Briefing Kementerian Keuangan, Nganjuk, Kamis (17/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak menyebut industri pengolahan menjadi penopang utama dalam perekonomian di wilayah tersebut.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, kontibusi industri pengolahan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2025 tercatat paling tinggi dengan presentase 31,32 persen.
"Jadi di Jawa Timur ini, penyumbang terbesar perekonomian adalah sektor manufaktur, tentu ini menjadi nilai tambah yang tinggi," tutur Emil saat mengisi acara Media Briefing Kementerian Keuangan di Nganjuk, Kamis (16/4).
Secara akumulatif, sektor manufakturing menyerap 3,58 persen dari jumlah pekerja di Jawa Timur. Mantan Bupati Trenggalek ini pun mengakui sektor tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan Jatim.
"PDRB 2025 tercatat Rp 3.403,17 Triliun. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,29 persen dan 14,40 persen secara Nasional” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wagub Emil Dardak mengatakan hingga akhir tahun 2025, jumlah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan sebanyak 869.352 unit usaha dan menyerap tenaga kerja 3.384.078 orang.
"Dari jumlah tersebut, industri pengolahan besar sebanyak 2.101 atau 0,20 persen, di susul industri menengah sebanyak 25.389 atau 2,92 persen, dan paling banyak ini industri kecil dengan 841.862 perusahaan," terang Emil.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti aktivitas ekspor yang juga memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Bahkan, transaksi ekspor di provinsi tersebut lebih banyak dibanding impor.
"Tahun ini kita mencatatkan ekspor kita lebih besar daripada impor sepanjang 2025. Kita ekspor 1654, dan kita impor 1444. Ini adalah angka yang menggembirakan untuk yang luar negeri tadi (ekspor)," imbuhnya.
Emil menyebut nilai ekspor di Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai USD 30,4 miliar. Ekspor didominasi sektor non migas, seperti perhiasan, bahan kimia, kayu, kertas, lemak, minyak hewan, dan ikan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
