
Ilustrasi antrean parkir digital di Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Salah satu tempat wisata dan rekreasi favorit masyarakat Kota Pahlawan, yakni Kebun Binatang Surabaya (KBS) menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran non tunai.
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) KBS, Muhammad Nahroni, menyebut sistem parkir digital di KBS telah dimulai sejak pertengahan Maret 2026. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi layanan parkir.
"Jadi di Kebun Binatang Surabaya (parkir digital) kita mulai tanggal 16 Maret 2026, sebelum event Lebaran (Hari Raya IdulFitri) itu dari teman-teman Dishub sudah koordinasi dengan kami," tutur Nahroni, Selasa (14/4).
Sebelum diterapkan parkir digital, pihak KBS telah berkoordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk sosialisasi kepada pengunjung. Nahroni menyebut sistem parkir digital di KBS berjalan lancar tanpa kendala.
"Kemarin waktu kita implementasi awal, alhamdulillah tidak ada kendala. Terkait tarif tidak ada perubahan, tetap sama, yakni tarif sepeda motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu, sengan sistem flat," imbuhnya.
Selain itu, sistem pembayaran non-tunai yang diterapkan cukup fleksibel karena dapat menggunakan berbagai metode pembayaran digital. "QRIS bisa, pakai e-money semua juga bisa di kami," ucap Nahroni.
Respons pengunjung terhadap sistem parkir digital juga cenderung positif. Namun, ia mengakui saat kondisi ramai, transaksi menggunakan QRIS memerlukan waktu lebih lama dibanding metode pembayaran lainnya.
"Kita sudah koordinasi dengan teman-teman Dishub, ketika nanti pengunjung ramai, kita akan tambah alat sehingga kita gunting kayak di tol seperti itu. Secara implementasi tidak ada kendala," terangnya.
Sebagai informasi, pada libur Nyepi dan Idulfitri 2026, KBS mencatat sekitar 40 ribu pengunjung. Mayoritas merupakan keluarga yang datang bersama anak-anak untuk menikmati wisata dan mengenal satwa secara langsung.
Akses utama pengunjung masih melalui pintu utama dan pintu 12. Sementara itu, Tunnel TIJ - KBS berkontribusi besar, menyumbang sekitar 40 - 49 persen dari total arus kunjungan ke kawasan tersebut.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
