Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 14.17 WIB

Dinkes Surabaya Ungkap Kondisi Korban Diduga Keracunan Massal Nasi Berkat di Sidodadi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini korban keracunan massal di Sidodadi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini korban keracunan massal di Sidodadi. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya buka suara soal insiden diduga keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, usai menyantap nasi berkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan, warga diduga korban keracunan massal kini kondisinya berangsur stabil. Meski begitu, 3 warga masih harus menjalani rawat inap.

"Yang (masih) ditangani di rumah sakit ada tiga orang. Dua di RSUD Soewandhie dan satu ke RS Al Irsyad, yang lainnya rawat jalan, kondisinya stabil semua," ucapnya ketika dikonfirmasi, Minggu (5/4).

Dari informasi yang diterima, Billy mengatakan bahwa gejala keracunan pada warga mulai terjadi pada Rabu pagi (1/4). 

Itu sehari setelah makan nasi berkat tahlilan tujuh hari meninggalnya salah seorang warga pada Selasa malam (31/3). Gejalanya mayoritas adalah badan lemas, mual, hingga diare.

"Kalau dari ceritanya itu, sampai hari Sabtu, tanggal 4 April 2026, jumlah warga yang terdampak ada 21 orang, dengan 17 rawat jalan, 4 rawat inap," lanjutnya.

Dokter spesialis bedah umum tersebut belum bisa memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal yang menimpa puluhan warga Sidodadi. Sebab, pihaknya tak memiliki sampel makanan yang dikonsumsi warga.

"Karena sudah habis makanannya, kejadiannya kan sudah tanggal 31 Maret kemarin jadi nggak sempat dapat sampelnya. Korban pun sekarang sudah nggak muntah lagi, jadi nggak bisa dapat sampelnya," tutur dokter Billy.

Kronologi singkat

Warga Surabaya dibuat geger dengan insiden keracunan massal yang dialami puluhan warga Jalan Sido Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Sabtu (4/5).

Berdasarkan dugaan awal, insiden terjadi setelah warga kampung tersebut mengonsumsi makanan berkat dari acara tahlilan tujuh hari wafatnya salah satu warga setempat pada Selasa malam (31/3).

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore