Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Maret 2026 | 21.51 WIB

Mengais Rezeki di Terminal Purabaya, Casmudin Rela Tak Mudik untuk Menjajakan Tahu Sumedang dan Lumpia

 

Casmudin, pedagang asongan asal Indramayu, Jawa Barat, memilih tidak mudik karena berjualan di Terminal Purabaya, Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Di sudut Terminal Purabaya, Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, seorang pria paruh baya duduk di bawah jembatan penyeberangan area peron, seolah tak terusik dengan hiruk pikuk arus mudik di sekitarnya.

Dengan tangan cekatan, pria tersebut terlihat memasukkan satu per satu tahu sumedang ke dalam kemasan plastik bening. Lalu menatanya rapi ke dalam keranjang yang siap untuk dibawa dan dijajakan.

Namanya Casmudin, 41 tahun, warga Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Ia seorang pedagang asongan yang setiap hari berjuang mengais rezeki dengan berjualan tahu sumedang dan lumpia.

"Tahu sumedang, tahu sumedang, lumpianya, Pak, Bu, Rp 10 ribu tiga," tutur Casmudin dengan suara lantang, menawarkan dagangannya kepada penumpang di area Terminal Purabaya, Bungurasih.

Tak jarang, ia juga naik dari satu bus ke bus lain yang tengah mangkal di area peron. Casmudin menyusuri lorong sempit di antara kursi untuk menawarkan tahu sumedang dan lumpianya kepada penumpang.

Rela Nggak Mudik Demi Kumpulkan Pundi-Pundi Rupiah

Casmudin mengaku sudah sekitar tiga tahun menyambung hidup sebagai penjual asongan di Terminal Purabaya Bungurasih. Setiap hari, ia membawa sekitar 200 tahu sumedang dan 100 lumpia untuk dijajakan.

Bagi pedagang asongan seperti Casmudin, arus mudik Lebaran bukan sekadar momen perayaan, melainkan kesempatan yang paling dinanti untuk menambah penghasilan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Karena itu, ia rela tak mudik dan meninggalkan keluarga di kampung halaman demi pundi-pundi rupiah. "Nggak mudik, soalnya di sini ramai, aji mumpung ada kesempatan jualan. Nanti habis lebaran, kalau udah sepi baru pulang," imbuhnya.

Selama di Sidoarjo, Casmudin tinggal bersama saudaranya di kawasan Medaeng, Kecamatan Waru. Lokasinya tak sampai 2 kilometer dari terminal, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima menit.

Tak Seramai Arus Mudik Lebaran Tahun Lalu

Lebaran tinggal menghitung hari, arus mudik di Terminal Purabaya tak pernah benar-benar sepi. Namun, keramaian itu belum sepenuhnya terasa bagi pedagang asongan seperti Casmudin.

Ia mengingat betul bagaimana suasana musim mudik tahun lalu. Bahkan dalam sepekan menjelang Lebaran, penumpang di Terminal Purabaya membludak dan dagangannya kerap ludes lebih cepat dari biasanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore