
PLN UID Jawa Timur menyiagakan 5.524 personel untuk menjaga kelistrikan selama masa siaga Lebaran 2026. (Humas PLN UID Jatim)
JawaPos.com - PT PLN (Persero) Unit Induk DIstribusi (UID) Jawa Timur menyiagakan 5.524 personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 1447 H/ 2026.
General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan bahwa masa siaga Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung selama 16 hari, yakni 14 - 29 Maret 2026.
"Ribuan personel kami terjunkan tersebar di 562 posko siaga seluruh Jatim. Mereka dilengkapi peralatan pendukung untuk melakukan pengamanan sistem kelistrikan," ucap Mustaqir, Kamis (12/3).
Saat bersiaga di Posko, 5.524 personel PLN ini dilengkapi peralatan pendukung seperti 92 genset, 62 UPS Mobile, 234 gardu bergerak, 15 truk crane, 399 mobil operasional, dan 457 motor operasional.
"Peralatan itu disiapkan untuk memastikan respon cepat jika terjadi gangguan kelistrikan. PLN melakukan pengamanan prioritas di tempat ibadah, rumah sakit, pusat transportasi, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, hingga instansi pemerintahan," lanjutnya.
Mustaqir menuturkan seluruh lokasi tersebut mendapatkan pengamanan berlapis, guna memastikan suplai listrik selama momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, tetap andal.
Terkait mobilitas masyarakat, khususnya pemudik kendaraan listrik, PLN UID Jawa Timur menyiapkan 297 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 158 lokasi tersebar berbagai wilayah tersebut.
"Dengan daya mampu mencapai sekitar 9.815 MW dan cadangan daya lebih dari 2.600 MW, PLN memastikan sistem kelistrikan Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman selama Ramadhan dan Lebaran," pungkas Mustaqir.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, PLN UID Jawa Timur berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang, karena pasokan listrik dipastikan tetap andal. (*)
