
Ilustrasi: Dishub Surabaya akan meluncurkan Voucher Parkir Suroboyo sebagai solusi terhadap berbagai modus kecurangan jukir, seperti pemalsuan karcis. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Masalah parkir di Kota Surabaya tak hanya soal maraknya juru parkir (jukir) ilegal.
Berbagai modus kecurangan, seperti tidak memberikan karcis hingga memalsukan karcis kini juga membuat masyarakat semakin resah.
Menanggapi fenomena tersebut, Pemkot Surabaya dalam waktu dekat akan meluncurkan Voucher Parkir Suroboyo sebagai alternatif metode pembayaran parkir digital di seluruh titik Parkir Tepi Jalan Umum (TJU).
Berbeda dengan karcis parkir konvensional, Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Jeane Mariane Taroreh mengatakan voucher akan dicetak menggunakan kertas berstandar Peruri.
"Jadi voucher ini sudah memenuhi standar Peruri, tentunya kita sudah menyiapkan secara matang. Ada nomor serinya untuk kodenya, baik untuk R2 (roda dua) atau sepeda motor dan R4 (roda empat)," ucapnya, Minggu (8/3).
Selain dilengkapi dengan nomor seri sebagai kode identitas kendaraan, Voucher Parkir Surabaya juga dilengkapi QR Code dan keterangan tarif parkir yang langsung tercetak pada lembarannya.
Dengan sistem ini, masyarakat bisa mengetahui fungsi voucher sekaligus besaran tarif parkir yang berlaku secara jelas sejak awal penggunaan, sehingga praktek pemalsuan karcis oleh jukir nakal bisa diminimalisir.
"Nanti juga ada QR Code di situ yang tentunya akan menunjukkan fungsi daripada voucher tersebut juga tarifnya sudah tertera di sini. Jadi Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat," imbuhnya.
Jeane menyebut, desain serta tekstur kertas pada voucher parkir dibuat berbeda dari karcis parkir konvensional.
Setiap voucher juga dirancang dalam tiga bagian yang dapat disobek sesuai kebutuhan dalam proses transaksi.
Bagian pertama untuk gerai atau toko modern yang menjual voucher. Sementara dua bagian lainnya akan dibawa oleh pengguna jasa parkir dan digunakan saat melakukan pembayaran kepada petugas parkir di lapangan.
"Jadi Pengguna Jasa Parkir yang membeli (voucher) itu mendapat dua bagian, yang nantinya dapat digunakan sebagai karcis sekaligus pengganti uang. Satu satu bagian dikasih ke jukir, satunya lagi kita simpan sendiri sebagai bukti bayar," terang Jeane.
Ia menilai penerapan voucher parkir ini dapat menekan berbagai pelanggaran, seperti penarikan parkir tanpa pemberian karcis oleh jukir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022