Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Maret 2026 | 03.02 WIB

Viral Penjaga Kursi Pijat di Stasiun Surabaya Gubeng Menangis Dituding Curi Gelang, Begini Kata KAI

Video penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya menangis seusai dituding curi gelang pelanggan viral di media sosial. (Akun TikTok @satrianoalvetris) - Image

Video penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya menangis seusai dituding curi gelang pelanggan viral di media sosial. (Akun TikTok @satrianoalvetris)

JawaPos.com - Kisah seorang penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya Gubeng, yang diam-diam menangis setelah dituduh oleh pelanggan mencuri perhiasan emas, mendadak viral di media sosial.

Dari video berdurasi 21 menit yang beredar luas, terlihat seorang laki-laki yang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna cokelat berjongkok dan menangis di samping kursi pijat. Sesekali ia tampak menyeka air matanya.

"Pria penjaga kursi urut ini sedang menangis karena kesalahan kerja, diduga gelang emas salah satu konsumennya hilang saat ia bertugas, semoga gelangnya cepat ditemukan," tulis akun TikTok @satrianoalvetris dalam video, dikutip Kamis (5/3).

Hingga Kamis (5/3) pukul 18.00, video tersebut telah ditonton lebih dari 5 juta kali, disu8kai lebih dari 330 akun TikTok, dan dikomentari lebih dari 3 ribu pengguna. Bahkan akun TikTok resmi PT KAI @kai121 ikut mengomentari.

Terpisah, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dugaan kehilangan gelang di area kursi pijat Stasiun Surabaya Gubeng pasa Senin (2/3) pukul 13.00 WIB.

"Laporan tersebut dilakukan oleh pelanggan yang baru saja turun dari KA, kemudian menggunakan fasilitas kursi pijat di salah satu tenant KAI di Stasiun Surabaya Gubeng," ucap Mahendro kepada JawaPos.com, Kamis (5/3).

Pelanggan melaporkan kepada petugas tenant bahwa gelangnya diduga terjatuh di sekitar kursi pijat dan meminta bantuan pencarian. Karena belum ditemukan, kejadian itu kemudian dilaporkan ke petugas keamanan stasiun.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Pengamanan KAI Daop 8 Surabaya segera melakukan penelusuran di lokasi kejadian serta menghimpun keterangan dari petugas dan pihak tenant," lanjutnya.

Untuk memastikan proses berjalan objektif dan berbasis fakta, petugas memeriksa rekaman CCTV di Stasiun Surabaya Gubeng. Namun, dari penelusuran di area stasiun hingga rangkaian kereta, gelang tersebut tidak ditemukan.

Untuk mencegah kejadian serupa, PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya akan memperkuat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan mitra kerja di area stasiun agar keamanan dan kenyamanan tetap optimal.

KAI juga mengimbau seluruh pihak yang berada di area stasiun untuk senantiasa berhati-hati, waspada, serta menjaga barang pribadi dengan baik selama menggunakan fasilitas dan berada di lingkungan stasiun.

“Setiap laporan akan kami respons dan tindaklanjuti secara profesional. Kami memastikan lingkungan stasiun tetap aman, adil, dan kondusif bagi seluruh pelanggan, pekerja, serta mitra usaha,” tegas Mahendro.

Kasus ini pun berakhir damai dan tidak dibawa ke jalur hukum (kepolisian). "Dari pihak pelapor menyampaikan kepada kami bahwa sudah menerima kondisi tersebut (hasil tindak yang dilakukan Daop 8 Surabaya)," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore