
Suasana tradisi nyekar atau ziarah kubur menjelang Ramadhan di TPU Ngagel Rejo Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Peziarah di Kota Surabaya mengaku tidak terganggu dengan fenomena menjamurnya pengemis musiman di area pemakaman saat musim nyekar menjelang bulan suci Ramadhan.
Sebagai informasi, nyekar atau ziarah kubur menjadi tradisi tahunan yang dilakukan umat muslim menjelang bulan puasa. Biasanya dilakukan sejak sepekan hingga H-1 sebelum 1 Ramadhan.
Namun, sejumlah pihak justru memanfaatkannya untuk meminta-minta. Pemandangan ini terjadi di TPU Ngagel Rejo, Jalan Ngagel Timur Nomor 38, Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, beberapa pengemis tampak duduk di tepi jalan TPU Ngagel Rejo.
Mereka duduk bersila di atas alas seadanya, sambil memegang kaleng berharap belas kasih dari para peziarah yang melintas.
Salah seorang peziarah di TPU Ngagel Rejo, Widya Sari, warga Menganti, Kabupaten Gresik bercerita bahwa sudah bertahun-tahun, ia dan anak selalu nyekar ke makam nenek dan kakeknya menjelang Ramadhan.
"Sudah lama, tiap mau puasa sama lebaran pasti ke sini, sama anak. Mbah saya dimakamkan di sini karena dulu rumah saya di Semolowaru, terus 2015 pindah ke Menganti," tutur Widya kepada JawaPos.com, Rabu sore (18/2).
Terkait keberadaan pengemis musiman di beberapa sudut area makam, Widya mengaku tidak ambil pusing. Sebab, fenomena itu sudah ada sejak lama, terlebih ketika memasuki musim ziarah atau nyekar.
"Nggak masalah sih, mbak. Setahun sekali nggak papa. Tergantung pribadi orang ya, tetapi kalau saya, asalkan mereka (pengemis musiman) nggak maksa, saya nggak terganggu," imbuhnya.
Widya juga menyebut pengemis musiman saat ini sudah lebih tertib. Beberapa tahun yang lalu, perempuan berusia 40 tahunan itu memiliki pengalaman diikuti pengemis hingga ke area makan nenek kakeknya.
"Dulu itu mesti diikuti sampai ke makam, baca doa ditungguin, mereka gak pergi kalau belum dikasih uang, akhirnya saya kasih seadanya. Sekarang sepertinya lebih tertib, ya, mereka nunggu di dekat pintu masuk," ucap Widya.
Hal senada disampaikan Dion, warga Wonokromo. Sore itu, Dion bersama bapak dan adik melakukan ziarah kubur ke makam kakek dan neneknya di TPU Ngagel Rejo. Tradisi ini sudah dijalankan selama puluhan tahun.
"Sudah lama selalu ke sini, sejak saya kecil, menjelang puasa dan lebaran itu sudah pasti ke sini untuk nyekar ke makam bapak dan ibunya bapak (kakek nenek Dion)," tuturnya kepada JawaPos.com di lokasi yang sama.
Seperti Widya, Dion juga mengaku tak mempermasalahkan keberadaan pengemis musiman. Meski pernah diikuti hingga ke area makam, ia menganggap hal tersebut bukan sebagai gangguan.
"Pernah dulu diikutin sampai ke makam Mbah, tetapi saya ya biasa saja. Ke sini niatnya kan untuk nyekar, kalau ada rezeki lebih ya saya kasih, begitu. Mereka setelah dikasih, misal Rp 20 ribu, juga langsung pergi," tukas Dion.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
