Bupati Fandi Akhmad Yani (kanan) tiba di Bandara Juanda setelah menjemput tiga anak PMI dari Malaysia. Dan Siti Qotimah (kiri) menyambut anaknya 12 tahun di Malaysia.
JawaPos.com - Tidak sedikit keturunan Kabupaten Gresik tidak memiliki status kewarganegaraan yang jelas saat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Persoalan itu pun sampai menurun ke anak mereka hingga sulit mendapat layanan pendidikan dan kesehatan. Kemarin (9/2), Bupati Fandi Akhmad Yani menjemput anak PMI itu untuk disekolahkan di Gresik.
Ketiga anak itu datang di Bandar Juanda Surabaya didampingi Bupati Yani. Di tahap awal, ada tiga anak PMI yang dipulangkan. Sebetulnya ada puluhan anak PMI yang tidak memiliki status kewarganegaraan di negeri Jiran. Penyebabnya, mereka lahir dari orang tua yang status pernikahannya tidak bisa diakui sah oleh negara. Seperti nikah siri hingga status merantau yang tidak jelas.
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa Pemkab Gresik memulangkan anak PMI untuk memberikan perlindungan anak. Memang prosesnya tidak mudah, sejak awal 2025 lalu Pemkab Gresik menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. “Alhamdulillah hari ini bisa kita pulangkan,” ucapnya.
Selama ini, anak-anak itu tidak bisa mengakses pendidikan formal. Mereka bisa belajar di sanggar dari komunitas perantau Indonesia.
“Nanti kita assesmen kebutuhannya apa lalu ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Jika itu tentang identitas maka di Dispendukcapil. Begitu juga pendidikan, kesehatan nanti di dinas terkait,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan bahwa anak-anak PMI itu akan disekolahkan di Gresik. Mereka dibebaskan apakah sekolah di lembaga negeri maupun pesantren. “Ini ada yang ingin ke pesantren. Nanti disekolahkan hingga wajib belajar terpenuhi,” ucapnya.
Siti Qotimah, ibu dari salah satu anak yang dijemput melampiaskan kebahagiaannya. Sebab 12 tahun anaknya itu tidak bisa sekolah formal. “Selama ini saya ajari sendiri baca tulis. Tapi kalau ngaji sudah fasih,” ucap warga Desa Sumurber Kecamatan Panceng itu.
Perempuan 50 tahun itu bisa bolak-balik ke Indonesia karena identitasnya jelas. Namun anaknya tidak, karena tidak memiliki kejelasan identitas hasil pernikahannya secara agama. “Seneng banget, terima kasih pak bupati anak saya bisa ke Gresik dan bisa sekolah,” ujarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
