
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto. (Pemkot Surabaya/Antara)
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/3316/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menyebut surat edaran tersebut sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kewaspadaan dini serta upaya pencegahan bersama terhadap potensi masuknya penyakit menular tersebut ke wilayah Kota Surabaya.
”Penerbitan surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/445/2026 tertanggal 30 Januari 2026,” ujar Lilik Arijanto seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, meskipun hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit akibat virus Nipah pada manusia di Indonesia, seluruh pihak tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
”Berdasar informasi dari Kementerian Kesehatan, sampai saat ini belum ada laporan kasus virus Nipah pada manusia di Indonesia. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, mengingat kedekatan geografis dan tingginya mobilitas penduduk dengan negara-negara yang pernah melaporkan kejadian penyakit tersebut,” kata Lilik.
Dia mengatakan, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa virus Nipah pernah ditemukan pada kelelawar buah di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak diantisipasi dengan langkah pencegahan yang tepat oleh masyarakat.
Dalam SE tersebut dijelaskan penyakit virus Nipah merupakan penyakit menular yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Nipah yang secara alami terdapat pada kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, hewan perantara, maupun melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Lilik menyebutkan, gejala yang dapat timbul akibat infeksi virus Nipah cukup beragam, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah, diare, nyeri perut, hingga gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran pada kondisi yang lebih berat. Gejala tersebut dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah seseorang terpapar virus.
”Gejala awal sering kali mirip flu biasa, sehingga masyarakat tidak boleh menganggap remeh. Apalagi jika memiliki riwayat kontak dengan hewan atau perjalanan ke wilayah yang pernah melaporkan kasus virus Nipah,” terang Lilik Arijanto.
Dalam edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga memaparkan sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penularan, antara lain mengonsumsi nira atau air aren mentah yang langsung diambil dari pohon, kontak dengan air liur atau urin hewan yang terkontaminasi, mengonsumsi buah yang telah tergigit kelelawar, melakukan aktivitas berburu kelelawar, hingga beraktivitas di sekitar pasar hewan liar atau perkebunan buah.
”Selain itu, risiko juga meningkat bagi masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara yang pernah melaporkan kasus virus Nipah, seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina, serta bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan orang yang diduga terinfeksi,” tandas Lilik Arijanto.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022