
Pemkot Surabaya resmi membentuk Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Di tengah polemik pembentukan Satgas Anti Premanisme dan kegaduhan seputar organisasi kemasyarakatan (ormas), Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengajak seluruh elemen masyarakat menempuh jalur resmi melalui DPRD dalam menyampaikan aduan.
“Wali kota, wakil wali kota, maupun ormas adalah bagian dari warga negara yang punya hak konstitusi untuk menyampaikan aduan ke DPRD sebagai saluran menyampaikan pendapatnya,” ujar Yona Bagus Widyatmoko yang akrab disapa Cak Yebe, Senin (5/1).
Menurut Cak Yebe, DPRD merupakan forum yang tepat untuk membahas persoalan kota secara terbuka, objektif, dan berkeadilan. Ia menilai polemik yang berkembang di ruang publik justru berpotensi memperkeruh suasana dan memicu kesalahpahaman. “Saya mendorong siapa pun untuk mengajukan RDP di DPRD, terlepas itu pejabat publik atau warga kota. Ayo bersama-sama cari solusi untuk keadilan dan kondusivitas Kota Surabaya,” tegasnya.
Ia menekankan, ormas memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara yang hak-haknya harus dilindungi. Karena itu, jika merasa mendapatkan perlakuan tidak adil, mekanisme resmi menjadi jalur yang seharusnya ditempuh. “Termasuk ormas sekalipun yang merasa mendapatkan perlakuan tidak adil, mereka juga warga Kota Surabaya yang harus dilindungi haknya,” kata Cak Yebe.
Cak Yebe mengungkapkan, menjelang akhir tahun lalu ia telah menerima banyak masukan dari pimpinan sejumlah ormas. Dalam komunikasi tersebut, ia lebih memilih bersikap menenangkan agar situasi tetap terkendali. “Sebelum tahun baru, sudah banyak ketua umum ormas yang meminta arahan. Saya sampaikan agar semuanya menahan diri, baik dalam bersikap maupun berkomentar di media sosial dan ruang publik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah memberi stigma negatif terhadap kelompok atau suku tertentu. Menurutnya, tindakan oknum tidak bisa dijadikan dasar untuk menggeneralisasi sebuah komunitas. “Tidak boleh kita menstigmatisasi suku tertentu sebagai biang onar permasalahan di Surabaya. Kalau ada persoalan yang dilakukan oknum, itu tidak bisa digeneralisasi,” tegasnya.
Cak Yebe menekankan bahwa Surabaya dibangun oleh keberagaman. Identitas Arek Suroboyo, menurutnya, lahir dari kebersamaan dan kontribusi, bukan semata garis keturunan. Ia berharap ormas dapat kembali fokus pada fungsi sosialnya dan menjadi penguat harmoni di tengah kebijakan penertiban melalui Satgas Anti Premanisme. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022