
Perwakilan Madas berjumpa dengan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Universitas Dr. Soetomo pada Selasa (6/1). Dalam kesempatan itu, Madas menyatakan akan cabut laporan polisi.
JawaPos.com–Laporan ke Polda Jawa Timur terhadap Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) memicu kehebohan publik. Tak lama kemudian, ormas kedaerahan tersebut pun menyatakan minta maaf dan siap cabut laporan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP Madas Muhammad Taufik, dalam acara Mediasi dan Dialog Terbuka Demi Surabaya Kondusif di Universitas Dr. Soetomo pada Selasa (6/1). Acara tersebut juga dihadiri Armuji.
"Yang pertama, kami (Ormas Madas) meminta maaf kalau hal-hal ini (laporan ke polisi) membuat (Surabaya) tidak kondusif, membuat gaduh atau justru menjadi kerusuhan. Kami minta maaf," tutur Taufik.
Polemik ini bermula saat Armuji alias Cak Ji, melakukan sidak kasus Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir secara paksa dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep.
Dalam video sidak tersebut, ucapan orang nomor dua di Surabaya soal ormas Madas, mereka nilai merugikan citra baik organisasi. Taufik secara tegas mengatakan Madas tak terlibat dalam kasus Nenek Elina.
"Sesungguhnya kami ingin memberikan klarifikasi stigma yang ada bahwa Madas itu preman tidak benar. Berawal dari keterangan senior saya (Armuji) waktu melakukan sidak itu ada tulisan madas, ini enggak ada," imbuhnya.
Menurut Taufik, polemik ini semakin rumit karena adanya framing buruk terhadap Madas. Bahkan, menurutnya, framing tersebut berkembang menjadi tindakan rasisme. "Kejadian itu (pengusiran paksa Nenek Elina) pada 6 Agustus 2025. Saya menjadi ketua umum Madas 24 Oktober 2025. Jadi jauh sebelum itu. Nah frame ini terus berkembang kemudian ke rasisme," ucap Taufik.
Sebagai informasi, ormas Madas melaporkan akun media sosial Armuji ke Polda Jawa Timur atas dugaan pelanggaran UU ITE. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/10/1/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR pada Senin, 5 Januari 2026.
Sehari setelah melakukan pelaporan, ormas Madas dan Cak Ji melakukan mediasi. Konflik pun berakhir damai dan keduanya saling memaafkan. Taufik juga berjanji pihaknya akan mencabut laporan polisi.
"Artinya teman-teman wartawan, ini sudah clear semuanya. Sesegera mungkin (Ormas Madas akan mencabut laporan di Polda Jatim, Red), karena baru kemarin perkaranya dilaporkan. Semoga ini menjadi klarifikasi dan penjelasan," ujarnya.
Di sisi lain, Cak Ji juga telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada ormas Madas. Armuji menyebut dirinya khilaf karena telah menyinggung Madas saat melakukan sidak ke rumah Nenek Elina.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
