
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah, untuk mengatasi konflik horizontal di masyarakat, seperti aksi main hakim sendiri.
Pembentukan satgas ini juga menyusul viralnya kasus pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas), yang belakangan menyita perhatian publik.
Kini, warga Surabaya tak perlu khawatir lagi dengan aksi premanisme dan mafia tanah. Warga dapat melaporkan tindakan tersebut ke kantor satgas di Jalan Sedap Malam, tepatnya di samping kantor Inspektorat Pemkot Surabaya.
Selain itu, warga Surabaya juga bisa melaporkam tindakan premanisme dan sengketa tanah ke hotline pengaduan masyarakat Pemkot Surabaya melalui nomor 0817-0013-010 atau Call Center (CC) 112.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan berbagai saluran pengaduan dibuka agar warga lebih mudah melapor. Bisa juga menyampaikan keluhan ke kelurahan untuk diteruskan ke Satgas Premanisme dan Mafia Tanah.
“Warga bisa langsung ke kelurahan untuk menyampaikan ke kelurahan. Kelurahan punya waktu 2 x 24 jam untuk menyelesaikan langsung dengan Satgas Mafia Tanah. Ayo kita jaga bareng kota ini," tutur Eri, Senin (5/1).
Lebih lanjut, Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah ini melibatkan lintas instansi, meliputi Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, Forkopimda Pemkot, Aparat TNI hingga Polri.
"Surabaya ini adalah kota berdasarkan hukum, negara kita negara hukum. Surabaya tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada pemaksaan. Kita hadir di sini adalah memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Eri Cahyadi juga menyampaikan kepada camat dan lurah untuk turut serta melakukan sosialisasi melalui Balai RW hingga warga, mengenai adanya Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah.
“Setelah ini kita bergerak di masing-masing wilayah. Kita siapkan posko di lima wilayah, yakni di Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Selatan, dan Surabaya Pusat," tukas Eri.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
