
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak seluruh pihak untuk tidak main hakim sendiri saat menyelesaikan permasalahan sengketa tanah. (istimewa)
JawaPos.com - Viralnya kasus Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir oleh oknum ormas dari rumahnya sendiri, membuka fenomena lama bahwa aksi premanisme dan mafia tanah, yang masih terjadi di Surabaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun tak tinggal diam. Agar kasus serupa tak terulang, pemerintah bergerak cepat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak seluruh pihak untuk tidak main hakim sendiri saat menyelesaikan permasalahan sengketa tanah. Sebaliknya, lakukan secara musyawarah dan sesuai alur hukum yang berlaku.
"Saya mohon kepada warga Kota Surabaya, tolong kalau ada permasalahan sengketa tanah, kita ada satgas mafia tanah dan satgas penanganan premanisme, karena negara kita ini negara hukum,” ucapnya, Senin (5/1).
Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah hadir untuk menindaklanjuti sengketa secara hukum. Tidak boleh lagi ada permasalahan tanah yang dimanfaatkan oleh oknum untuk mengintimidasi pihak lain.
“Jangan menggunakan kekuatan lainnya, jangan menggunakan pihak-pihak lainnya. Sehingga tidak ada premanisme di Kota Surabaya. Setelah ini kita bergerak di masing-masing wilayah," imbuhnya.
Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa selain kantor pusat di Jalan Sedap Malam, posko ini juga akan tersebar di lima wilayah, yakni di Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Selatan, dan Surabaya Pusat.
Orang nomor satu di Surabaya tersebut menekankan, Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah tidak segan menindak tegas jika terjadi aksi kekerasan dan pemaksaan dalam hal sengketa tanah.
"Kita akan sikat habis, karena suasana Surabaya jadi tidak tenang. Tapi kami nyuwun tulung, laporkan ke kita (Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah), kita akan segera menindak, jangan lapor ke pihak lain," tegas Eri.
Bagi warga Surabaya yang ingin lapor ke Satgas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah, bisa menghubungi hotline untuk pengaduan masyarakat melalui nomor +62 817-0013-010 dan Call Center (CC) 112.
“Siapa yang membuat suasana Surabaya tidak tenang dengan kekerasan, dengan pemaksaan, Satgas penanganan premanisme ini akan turun. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya untuk melapor, harus berani melapor,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
