Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Desember 2025, 21.32 WIB

Hujan Seharian, Bawean Longsor, Kali Lamong Meluap Genangi 7 Desa

Hujan deras memicu bencana seperti luapan Kali Lamong yang sempat menggenangi 7 desa di wilayah Gresik Selatan sejak Minggu (21/12) pagi. (Ludry Prayoga/Jawa Pos) - Image

Hujan deras memicu bencana seperti luapan Kali Lamong yang sempat menggenangi 7 desa di wilayah Gresik Selatan sejak Minggu (21/12) pagi. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)

JawaPos.com-Hujan deras buntut cuaca buruk mulai memicu bencana di Kabupaten Gresik. Akibatnya, warga Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura dilanda tanah longsor pada Sabtu (20/12). Luapan Kali Lamong juga sempat menggenangi 7 desa di wilayah Gresik Selatan sejak Minggu (21/12) pagi.

Meski demikian, seluruh kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Bencana longsor terjadi di Dusun Bangsal, Desa Dekatagung sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hujan seharian, tiba-tiba tanah dari bukit longsor dan menimpa rumah yang berada di bawahnya," ungkap Nur Fauzan, warga setempat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dari peristiwa itu. Kondisi rumah mengalami rusak ringan, serta satu sepeda motor terjepit dan tertimpa runtuhan pohon.

"Sudah dilakukan proses evakuasi, lokasi juga masih dilakukan sterilisasi khawatir terjadi longsor susulan," terang Nur Fauzan.

Kepala BPBD Gresik Sukardi mengatakan, longsor tanah itu dipicu curah hujan yang tinggi. "Daya tampung pohon di bukit sudah tidak kuat," ucap Dia. 

Selain itu, banyak terdapat alih fungsi tanaman yang beralih ke pohon sengon. Sehingga banyak yang tumbang dan memicu longsor.

Tingginya curah hujan juga memicu banjir luapan Kali Lamong. Setidaknya, 7 desa di wilayah Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang sempat tergenang dengan ketinggian air berkisar 30 sentimeter.

"Banjir berangsur surut, mayoritas menggenangi jalan lingkungan desa," ucap Sukardi. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore