
Ilustrasi cabai rawit di pasaran. (Dery Ridwansyah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski harga cabai rawit di Surabaya meroket hingga Rp 66 ribu per kg menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026), pemerintah memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap aman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Antiek Sugiharti mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan panik buying, karena ketersediaan bapok di Surabaya masih melimpah dan stabil.
Namun ia tak menampik bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan. "Seperti cabai rawit itu naiknya agak lumayan. Tapi cabai rawit ini (harga naik) hampir di seluruh Jatim, bukan hanya di Surabaya," tuturnya, Jumat (12/12).
Melansir dari laman Siskaperkabo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok di Jawa Timur, Jumat (12/12), harga cabai rawit di Surabaya berada di angka Rp 66.666.
Padahal pada 30 November 2025, harga cabai rawit masih di kisaran Rp 42 ribu - Rp 46 ribu per kilogram. Untuk di Jawa Timur sendiri, harga cabai rawit paling tinggi di Kabupaten Lumajang dengan Rp 100.666 per kilogram.
Menurut Antiek, kenaikan harga cabai rawit di Jawa Timue, khususnya Kota Surabaya, dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan petani di berbagai daerah mengalami gagal panen.
“Di beberapa daerah itu ada yang (harga cabai rawit) sampai Rp 100 ribu per kilogram ya memang. Karena cuaca ya, itu salah satu faktornya, sehingga menyebabkan gagal panen dan kerusakan,” ujar Antiek.
Meski harga cabai rawit melonjak, DKPP Surabaya menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan bapok, seperti membagikan bibit cabai rawit kepada kelompok tani, komunitas, dan warga.
Antiek membeberkan Pemkot Surabaya telah membagikan 25.000 bibit cabai rawit kepada poktan dan warga Surabaya. Pembagian bibit tersebut sudah dilakukan sejak Agustus hingga awal September 2025.
"Kami sudah menghitung mundur melakukan pembibitan dan kami bersama dengan kelompok tani menanam serentak di bulan Agustus. Sekarang sebagian besar di bulan ini (Desember 2025) sudah panen,” ujarnya.
Melalui program pembibitan ini, Antiek berharap pasokan cabai rawit dari warga dapat membantu menekan konsumsi pasar, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang libur Nataru 2025/2026 tetap tercukupi.
Lebih lanjut, Antiek menilai komoditas lain masih cenderung stabil, seperti daging ayam ras. Pada November 2025, daging ayam ras dibanderol Rp 36.000 per kg. Sementara pada Desember dibanderol Rp 37.000 per kg.
“Jadi secara prinsip, yang mengalami kenaikan agak lumayan itu adalah hanya di cabe rawit, yang lain stabil, ketersediaan kita sangat aman dan cukup untuk menghadapi natal dan tahun baru," tegas Antiek.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan belanja kebutuhan pokok secara berlebihan. Sebab, harga dan pasokan bapok di Surabaya dipastikan dalam kondisi aman.
"Maka dari itu, masyarakat monggo belanja dengan bijak, cukup belanja seperlunya saja tidak perlu menimbun. Kalau berlebihan nanti menjadi food loss, sehingga akan sia-sia," pungkasnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
