
Groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, usai tragedi bangunan ambruk yang menewaskan 63 santri. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dimulai setelah tragedi bangunan ambruk yang memakan puluhan korban jiwa pada akhir Oktober 2025.
Rekonstruksi ditandai dengan groundbreaking hari ini, Kamis (11/12), serta dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Groundbreaking ini bukan sekadar seremonial, mari kita jadikan sebagai momentum muhasabah, sekaligus ajakan untuk bahu membahu dan gotong royong memperbaiki pesantren," tutur Cak Imin dalam sambutannya.
Menurutnya, musibah bangunan rubuh yang menimpa Ponpes Al Khoziny, harus menjadi pelajaran penting agar terus berbenah demi kualitas pendidikan pesantren untuk para santri di Indonesia.
“Musibah Al Khoziny harus menjadi penyadar, tempat kita bangkit melihat masa depan yang lebih baik. Pak Presiden (Prabowo Subianto) punya komitmen dan perhatian tinggi ketika menyangkut pesantren," imbuhnya.
Bahkan sejak awa tragedi, Cak Imin mengatakan bahwa Presiden telah menginstruksikan pemerintah agar bergerak cepat dan memastikan proses pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny berjalan lancar.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Karena pertimbangan akses yang terbatas, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny tidak dilakukan di lokasi lama (bangunan ambruk), Jalan Jalan Khr Abbas, melainkan di Jalan Siwalanpanji II yang lebih strategis.
Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berjanji akan melakukan audit pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
"Lintas kementerian akan terus melakukan audit. Bukan hanya pesantren, tetapi semua lembaga pendidikan yang rawan dan membahayakan anak didik. Sekarang baru 80 pesantren (yang sudah diaudit)," pungkas Cak Imin. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
