
Mendikdasmen RI Abdul Mu
JawaPos.com - Fenomena guru dipolisikan oleh orang tua murid belakangan makin sering terjadi. Perseteruan di ruang kelas menunjukkan potret dunia pendidikan Indonesia yang masih menyimpan banyak persoalan.
Menyikapi situasi ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tidak tinggal diam dan mengambil tindakan tegas untuk menjamin perlindungan hukum guru yang berselisih dengan siswanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kami sudah ada MoU dengan Kapolri di mana persoalan yang menyangkut pendidikan di sekolah, diselesaikan dengan damai melalui Restorasi Justice," tuturnya seusai memimpin Upacara Hari Guru di Surabaya, Selasa (25/11).
Bukan seperti kasus-kasus perseteruan antara guru dan wali murid yang belakangan ini terjadi, di mana tenaga pendidik dikriminalisasi dan diperlakukan sebagai pelaku kejahatan hingga harus terseret proses hukum.
"Kami ingin guru tenang di dalam mengajar, guru fokus untuk mendidik, sehingga dengan cara demikian, mudah-mudahan guru dapat memberikan dedikasi dan dharma bakti yang terbaik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Umum Pengurus Pusat (Sekum PP) Muhammadiyah itu menyebut kebijakan Restorative Justice sudah berlaku. Dalam waktu dekat, aturan ini akan disosialisasikan ke seluruh sekolah di Indonesia.
"Nanti kita akan sosialisasikan secara lebih luas lagi ke jajaran kepolisian dan sekolah-sekolah, agar masyarakat makin tahu bahwa persoalan pendidikan ini janganlah selalu diselesaikan melalui ranah hukum," ucap Mu'ti.
"Mari kita selesaikan dengan cara yang damai, kita bangun kembali budaya saling percaya, kita menghormati semua jerih payah para guru agar anak-anak kita juga dapat belajar dengan sebaik-baiknya," serunya.
Menteri Abdul Mu'ti juga berpesan kepada para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri di tengah tantangan era digital dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
"Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik, mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Selamat Hari Guru 2025," pungkas Mu'ti. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
