
Ilustrasi bermain game online di PC. (pixabay).
JawaPos.com-Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah membatasi akses game online guna menekan kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan dan prestasi pada anak.
“Saya sepakat dan mendukung langkah pemerintah untuk melakukan pembatasan akses game online. Angkanya semakin hari semakin memprihatinkan,” ujarnya di Surabaya, Selasa.
Puguh menjelaskan bahwa tren penggunaan game online di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data yang ia miliki, pada 2014 terdapat sekitar 25 juta pengguna game online di Indonesia, mayoritas berusia mulai 13 tahun.
Dampak tren tersebut terlihat dari angka kecanduan yang mencapai 54,1 persen pada kelompok remaja usia 15–18 tahun, dengan komposisi 77,5 persen laki-laki dan 22,5 persen perempuan.
Di Jawa Timur, lanjut dia, pada Juli 2024 tercatat sekitar 3.000 anak dan remaja menjalani terapi kecanduan gadget dan game online di sejumlah fasilitas layanan kesehatan.
“Angka 3.000 ini harus menjadi peringatan keras bagi keluarga dan masyarakat. Konten game online tidak semuanya sesuai dengan adab dan moral bangsa kita,” ujarnya.
Puguh menuturkan bahwa kecanduan game online memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai fisik, mental, kurang tidur, kecemasan, hingga penurunan prestasi akademis.
Kebiasaan bermain tanpa kontrol, menurut dia, dapat memengaruhi perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa kecanduan game online telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan jiwa oleh World Health Organization (WHO) sehingga penanganannya perlu dilakukan secara serius dan sistematis.
Puguh menilai rencana pemerintah membatasi akses game online merupakan langkah strategis untuk menjaga masa depan generasi muda Indonesia.
“Kalau remaja kita tidak dibentengi dari aktivitas digital yang tak terkontrol, ini akan menjadi ancaman serius bagi mimpi kita melahirkan generasi emas Indonesia,” katanya.
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus dibarengi dengan peran preventif dari orang tua, guru, sekolah, tokoh agama, serta masyarakat luas.
Menurutnya, pembatasan akses game online bukan semata bentuk pelarangan, tetapi bagian dari upaya menjaga karakter, moralitas, dan masa depan anak-anak Indonesia.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
