Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 06.01 WIB

EKRAF Tumbuh, Industri Gim Indonesia kian Moncer, Nilai Pasar Diprediksi Capai Rp 26,9 Triliun

Industri gim Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. (Pinterest) - Image

Industri gim Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. (Pinterest)

JawaPos.com - Industri gim Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Didukung talenta kreatif yang melimpah serta nilai pasar yang terus meningkat, pengembang gim nasional kini didorong untuk tidak hanya menjadi pemain di pasar domestik, tetapi juga mampu membangun bisnis yang kompetitif di tingkat global.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Coda dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF). Kemitraan ini berfokus pada peningkatan kapasitas pengembang gim Indonesia melalui penyediaan pengetahuan, perangkat komersial, dan kapabilitas bisnis agar studio lokal mampu memperluas jangkauan audiens internasional sekaligus meningkatkan daya saing.

Adapun prospek industri gim Indonesia juga semakin positif. Berdasarkan data dadi Niko Partners, pendapatan industri gim nasional telah melampaui USD 1,1 miliar atau Rp 19,76 triliun pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 1,5 miliar atau Rp 26,9 triliun pada 2030.

Di saat yang sama, perilaku transaksi pemain juga berubah. Sekitar 38 persen pendapatan gim mobile di Asia Tenggara kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out-of-app), naik signifikan dibandingkan 21 persen dua tahun sebelumnya.

Dompet digital kini digunakan oleh 55 persen pemain gim mobile, sementara hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler. Perubahan tersebut membuka peluang baru bagi pengembang untuk memperluas monetisasi melalui solusi pembayaran yang lebih adaptif.

CEO Coda, Shane Happach, mengatakan Indonesia memiliki komunitas pengembang gim yang berkembang sangat pesat, namun membutuhkan dukungan ekosistem bisnis agar mampu bersaing di pasar global.

"Indonesia merupakan rumah bagi komunitas pengembang gim yang dinamis dengan pertumbuhan yang luar biasa. Meskipun talenta kreatif tersedia secara melimpah, membangun bisnis gim yang sukses membutuhkan akses terhadap infrastruktur, jejaring, dan peluang komersial yang tepat,” kata Shane di Jakarta.

Melalui dukungan perangkat komersial, keahlian teknis, dan infrastruktur perdagangan digital, pengembang Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan pertumbuhan pasar tersebut untuk memperluas bisnis di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF), Irene Umar, menegaskan penguatan ekosistem menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar gim yang besar, tetapi juga sebagai rumah bagi kreator gim kelas dunia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore