
Ilustrasi bermain game online di PC. (pixabay).
JawaPos.com - Perdebatan soal Indonesia Game Rating System (IGRS) masih tinggi. Di tengah kritik yang ramai di media sosial, muncul satu pertanyaan besar dari kalangan gamer: bagaimana sebenarnya posisi IGRS jika dibandingkan dengan sistem rating global seperti ESRB dan PEGI?
Pertanyaan ini wajar muncul, terutama setelah berbagai kejanggalan rating. Hal tersebut banyak ditemukan di platform seperti Steam.
Banyak gamer merasa, untuk memahami masalah IGRS, perlu melihat bagaimana sistem serupa bekerja di negara lain. Apalagi saat IGRS dinilai tidak jelas, tidak sesuai rating dengan judul dan konten game yang diberikan rating.
Seperti sudah diulas sebelumnya, IGRS sendiri merupakan sistem klasifikasi usia yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dan mulai diwajibkan pada 2026. Secara konsep, sistem ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari standar internasional.
Game dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai dari 3+ hingga 18+, dengan tujuan membantu pemain dan orang tua memahami konten yang akan dimainkan.
Namun, di sinilah letak perbedaannya mulai terasa.
Dalam praktiknya, IGRS saat ini masih sangat bergantung pada sistem klasifikasi mandiri dari pengembang. Artinya, developer mengisi sendiri penilaian konten game mereka sebelum diverifikasi pemerintah.
Masalahnya, proses verifikasi ini belum sepenuhnya berjalan, sehingga banyak rating yang muncul belum final, dan dalam beberapa kasus, justru membingungkan.
Bandingkan dengan ESRB, sistem rating yang digunakan di Amerika Utara sejak 1994. ESRB tidak hanya memberikan label usia seperti 'Everyone' atau 'Mature 17+', tetapi juga menjelaskan secara rinci alasan di balik rating tersebut, misalnya, apakah sebuah game mengandung kekerasan intens, bahasa kasar, atau unsur seksual.
Lebih dari itu, proses penilaiannya pun tidak sederhana. Pengembang harus mengirimkan kuesioner detail beserta cuplikan gameplay paling ekstrem. Materi ini kemudian dinilai oleh beberapa evaluator independen sebelum diputuskan rating akhirnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
