Alat berat mengevakuasi runtuhnya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
JawaPos.com-Ketua Alumni Pondok Pesantren Al Khoziny, KH Zaenal Abidin menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya bencana non alam ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9) lalu.
"Mewakili keluarga ndalem, kami mohon maaf sebesar-besarnya manakala belum bisa memberikan pelayanan kepada santri (Ponpes Al Khoziny) secara maksimal," tutur KH Zaenal di lokasi pada Rabu (8/10).
Secara khusus, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan wartawan apabila selama proses evakuasi atau operasi SAR 9 hari, ada hal-hal yang kurang mengenakkan hati.
“Kami juga mohon maaf kepada semya masyarakattang mungkin dalam perjalanan hari pertama sampai hari ini, ada hal-hal yang mengenakkan hari, khususnya teman-teman wartawan, karena situasinya begini, kadang-kadang mendapat perlakuan yang tidak nyaman dari santri," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, KH Zaenal juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi yang tak pernah dibayangkan olehnya. Sebanyak 67 korban dinyatakan meninggal dalam tragedi ini.
“Saya mewakili keluarga ndalem, pertama menyampaikan Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un, turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya santri-santri kami,” tutur Zaenal di Sidoarjo, Rabu (8/10).
Menurut Ketua PCNU Sidoarjo, para santri yang menjadi korban ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, gugur dalam keadaan suci, yakni sedang melaksanakan ibadah.
"Kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi bersuci, kami yakin dan berani bersumpah mereka husnul khatimah. Oleh karenanya kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam," tukas Zaenal.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022