Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juni 2026 | 04.50 WIB

Update Terkini: Seorang Korban Terdampak Gempa Bumi di Sulteng Meninggal Dunia

Tangkapan layar video warga memperlihatkan di kawasan Desa Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. (istimewa) - Image

Tangkapan layar video warga memperlihatkan di kawasan Desa Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. (istimewa)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6). Seorang korban asal Kabupaten Sigi dilaporkan meninggal dunia malam ini.

”Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada awak media.

Sesuai data, Abdul Muhari menyatakan bahwa Sigi merupakan daerah terdampak paling parah pasca gempa bumi terjadi. Tercatat 89 kepala keluarga dengan total 272 jiwa terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Data terakhir di Kabupaten Parigi Moutong mencatat sekitar 21 kepala keluarga atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, 2 warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso 1 warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut oleh petugas.

”Seiring bertambahnya data yang masuk dari lapangan, kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan. Pendataan sementara mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, 6 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat,” bebernya.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada 6 fasilitas ibadah, 2 jembatan, 1 fasilitas umum, 2 gedung perkantoran, 3 tempat usaha, serta 1 ruas jalan provinsi yang menghubungkan 3 daerah berbeda. Yakni Palu–Sigi–Poso. Jalur tersebut amblas pasca gempa bumi.

Tidak hanya korban meninggal dunia, petugas di lapangan juga memperbarui data jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Sampai malam ini, tercatat sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak gempa. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

”Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan penanganan berjalan optimal,” terang dia.

Di Kabupaten Sigi, lanjut Abdul Muhari, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melaksanakan rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Mereka juga sudah mendirikan pos lapangan yang dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki.

Aktivitas gempa susulan dilaporkan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore