
Keluarga korban melihat data korban di Posko Darurat, Kamis malam (2/10). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski sudah mengerahkan alat berat crane untuk mengangkat reruntuhan bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, proses evakuasi dan pencarian korban belum membuahkan hasil.
Hingga Kamis (2/10) pukul 21.05 WIB, Tim SAR gabungan belum menemukan korban tambahan. Hal ini diungkapkan oleh Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Frizer.
"Sementara masih belum dapat. (Data terakhir petugas) masih kita konfirmasi dengan 7 (titik korban terdeteksi), yang ada di sektor A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama)," ujar Emi di Posko Darurat, Kamis malam (2/10).
Eks Kepala Basarnas Kelas A Kupang tersebut tak bisa memastikan sampai kapan proses evakuasi menggunakan alat berat dilakukan. Yang jelas, sampai seluruh korban ditemukan dan tak ada lagi yang tertimbun di reruntuhan.
"(Crane ini) Memindahkan puing untuk mengurangi pembebanan pada struktur bangunan, ini masih terus kita lakukan masif. Dan tentu batasan pandangan pada malam hari menjadi lebih rendah dibandingkan siang," imbuhnya.
Oleh karena itu, faktor kehati-hatian dan speed crane menjadi prioritas hal yang diperhatikan. Begitu crane bekerja memindahkan beban dan didalam ditemukan korban, maka crane akan dihentikan sementara dan SAR segera melakukan evakuasi korban.
"Setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang tersisa, maka crane akan melanjutkan kembali pada bagian berikutnya. Proses ini akan terus berlangsung, sampai kapan? Ya sampai selesai, karena itu yang menjadi tujuan kita," tegas Emi.
Lebih lanjut, Emi mengatakan proses evakuasi difokuskan untuk daerah yang tertutup menjadi daerah yang terbuka. Artinya, evakuasi menggunakan crane menerapkan prinsip top to down.
"Dari sisi atas dulu, kemudian ke bawah, ke bawah, dan ke bawah, sampai dia selesai di base plate atau bagian bawah. Prinsipnya adalah cepat, tepat, aman, selamat. Kita akan usahakan seoptimal mungkin," tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Kamis (2/10) pukul 21.05 WIB, sebanyak 108 orang menjadi korban, dengan rincian 5 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan untuk mengangkat reruntuhan bangunan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
