
Daftar nama korban ambruknya Musala Al Khoziny di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com—Sebanyak 13 santri korban ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, masih menjalani perawatan intensif di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka terus dipantau secara ketat oleh tim medis rumah sakit.
Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo Atok Irawan menyampaikan, meski ada beberapa yang mengalami luka serius, kondisi keseluruhan pasien dinyatakan stabil. Dua di antaranya bahkan harus menjalani amputasi akibat lukanya.
"Yang kami rawat kemarin ada delapan, sore bertambah lima, jadi total 13 santri. Alhamdulillah kondisi mereka stabil, meski ada yang harus menjalani operasi besar," ujar Atok Irawan, Kamis (2/10).
Salah satu santri yang menjadi perhatian adalah Syailendra Haikal. Dia sempat tertimbun reruntuhan musala selama dua hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan lemah.
Meski tubuhnya lemah, Haikal tetap bisa bercerita dengan jelas kepada tim medis. Bahkan, dia sempat berbincang panjang dengan tenaga kesehatan yang merawatnya.
“Haikal ini luar biasa, sempat dievakuasi lama tapi komunikasinya lancar. Bahkan ia sempat ngobrol banyak dengan kami,” terang Atok.
Selain Haikal, beberapa santri lain juga masih menjalani perawatan intensif. Mereka di antaranya Wahyudi, Al Fatih, Taufan Saputra Dewa, dan Abdul Rozi.
Namun, kondisi Abdul Rozi cukup berat karena harus menjalani amputasi kaki. Sehari sebelumnya, lengan kirinya juga telah diamputasi akibat luka serius.
Menurut Atok, kondisi tulang Abdul Rozi sebenarnya normal dan tidak mengalami retakan. Namun pembuluh darah terjepit sehingga aliran nutrisi terhambat hingga terjadi nekrosis.
“Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan, tapi pembuluh darah terjepit hingga aliran nutrisi tidak bagus. Bahkan mengalami nekrosis sehingga harus diamputasi,” jelas Atok Irawan.
Kendati demikian, semangat para santri tetap tinggi meski harus menghadapi luka berat. Tim psikologi rumah sakit juga diterjunkan untuk mendampingi proses pemulihan mental mereka.
Atok menyebut, para santri memiliki mental luar biasa kuat meski mengalami cobaan berat. Bahkan, Haikal yang baru saja diselamatkan dari reruntuhan sudah bisa makan dengan lahap.
“Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa, tetap semangat. Bahkan Haikal sudah bisa makan dengan lahap,” tutur Atok Irawan.
Dari 13 pasien, satu orang masih berada di ruang ICU untuk observasi ketat. Kondisinya terus dipantau dokter untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Sementara itu, beberapa pasien lain yang sudah menunjukkan perkembangan positif dipersiapkan untuk segera dipulangkan. Pihak rumah sakit memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
