Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 05.30 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Ungkap Cara Surabaya Jaga Keuangan di Tengah Isu Pemotongan TKD 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons isu pemangkasan TKD dalam RAPB 2026. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons isu pemangkasan TKD dalam RAPB 2026. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Di tengah isu pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari RAPBN 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas keuangan kota.

Strategi fiskal yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berbasis tiga pilar, yakni kejujuran dalam transparansi keuangan, optimalisasi aset agar lebih produktif, dan pengawasan berbasis teknologi.

"Jadi kita tetap akan bergerak dari perhitungan-perhitungan itu, sambil kita juga akan mengawasi (sektor-sektkor) yang biasanya mengalami kebocoran-kebocoran," ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Sabtu (20/9).

Ia menyoroti pentingnya kejujuran untuk transparasi manajemen keuangan, sehingga seluruh kebutuhan dan pengeluaran Kota Surabaya tercatat dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Selalu saya katakan terkait kejujuran, ayo berapa yang perlu disampaikan, sampaikan, sehingga pentingnya kejujuran dalam setiap laporan keuangan," tambah orang nomor satu di Surabaya ini.

Guna menutupi potensi defisit, Pemkot Surabaya mengoptimalkan aset yang selama ini belum produktif atau mangkrak dengan menyewakannya, sehingga diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru

"Kita juga akan menyewakan aset kita yang tidak terpakai atau belum optimal, sehingga apa? Bisa menutup kekurangan-kekurangan (akibat pemangkasan) transfer keuangan daerah," terang Eri.

Pemkot Surabaya juga berfokus pada pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran anggaran, yakni dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Sistem ini, misalnya, diterapkan pada sektor pajak hotel dan restoran.

"Melalui aplikasi, data pendapatan bisa langsung terintegrasi dengan sistem Pemkot, tanpa perlu pemeriksaan manual. Metode ini menjamin transparansi dan akurasi, meminimalkan ruang untuk kebocoran dana,” ujarnya.

Dengan tiga strategi tersebut, meski diterpa isu pemotongan anggaran TKD, Pemerintah Kota Surabaya siap menghadapi tantangan ekonomi, dengan kemampuan fiskal yang dimiliki.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore