
Suasana di pusat Kota Surabaya pasca aksi demo Jumat (29/8) berakhir ricuh. CFD ditiadakan sementara. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Aksi demo yang berlangsung di Surabaya beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu ketertiban kota, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian. Banyak pusat perbelanjaan terpaksa tutup lebih awal, distribusi logistik terhambat, restoran dan UMKM kehilangan pelanggan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Ali Afandi, menyebut estimasi kerugian pelaku usaha mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. "Kerugian paling besar dialami sektor ritel modern, kuliner, transportasi, dan perhotelan," ujarnya.
Dari laporan anggota Kadin, omzet ritel dan kuliner turun 30–40 persen pada hari aksi. Transportasi publik maupun online juga mengurangi operasional karena mobilitas warga terbatas.
Keluhan pengusaha hampir seragam: ketidakpastian keamanan, terhambatnya distribusi barang akibat akses jalan ditutup, hingga risiko kerusakan aset usaha. Kondisi itu paling dirasakan UMKM yang menggantungkan pemasukan dari transaksi harian. Menurutnya, bagi pengusaha satu hari kehilangan pelanggan berarti kehilangan nafkah.
Dia menegaskan, demokrasi dan penyampaian aspirasi publik adalah hak yang harus dihormati. Namun, ketika demo berubah menjadi anarkis, yang paling dirugikan justru masyarakat kecil dan pelaku usaha yang menjaga denyut ekonomi kota. "Dampaknya bukan hanya soal angka, tetapi juga rasa aman pelaku usaha," tambahnya.
Kadin Surabaya kini mengambil langkah cepat. Organisasi itu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan dunia usaha mendapat perlindungan, sekaligus menjaga jalur distribusi logistik tetap lancar.
Selain itu, Kadin mendorong pemerintah menyiapkan kompensasi dan program pemulihan bagi UMKM terdampak. Saluran komunikasi juga dibuka bagi pengusaha untuk melaporkan kerugian maupun kendala distribusi yang mereka hadapi.
"Kami percaya Surabaya tetap tangguh. Tugas kita menjaga keseimbangan: ruang demokrasi tetap terbuka, tapi stabilitas usaha dan iklim investasi tidak boleh terganggu," ucap Ali.
Menurutnya, keberlanjutan ekonomi kota dan kesejahteraan masyarakat Surabaya menjadi tujuan utama. Kalau roda usaha berhenti, yang paling duluan terkena imbas adalah pekerja kecil dan UMKM.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
