Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14.46 WIB

Polda Jatim Bakal Telusuri Dalang Kericuhan Demo di Grahadi Surabaya

Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nanang Avianto akhirnya buka suara soal kericuhan demo di Surabaya, Jumat (29/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nanang Avianto akhirnya buka suara soal kericuhan demo di Surabaya, Jumat (29/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nanang Avianto akhirnya buka suara soal kericuhan yang terjadi dalam demo di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025). 

"Nah, gini rekan-rekan. Awal pemberitahuan adalah aspirasi dari rekan-rekan kita dari komunitas ojol. Kan begitu," ujar Irjen Pol Nanang kepada awak media di Mapolda Jatim, Jumat (29/8).

Menurutnya, kericuhan itu bukan cerminan aspirasi murni komunitas ojek online (ojol). Ia memastikan aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol, terkait tewasnya Affan Kurniawan dalam aksi Demo Jakarta.

"Nah, rekan-rekan bisa membandingkan dengan yang di Grahadi dan yang sekarang di Polda. Ini ojol semua nih yang murni. Kondusif. Tidak ada apa-apa, dan kami welcome, terbuka, aspirasi mereka kami tampung," imbuhnya.

Jenderal dua bintang emas tersebut menilai kericuhan di Grahadi, menimbulkan pertanyaan besar. Sebab, massa tidak hanya bertindak anarkis, tetapi juga merusak fasilitas umum serta mencoreng simbol kebesaran Jawa Timur.

“Jangan sampai ojol ini didiskreditkan. Terbukti sekarang, apa yang dilakukan di Polda itu murni aspirasi dan berlangsung tertib. Sementara yang di Grahadi berbeda (ricuh san merusak fasilitas umum)," seru Nanang.

Polda Jawa Timur akan melakukan investasi untuk menelusuri siapa pelaku di balik kericuhan demo Surabaya hari ini. Terlebih, Gedung Negara Grahadi adalah simbol Provinsi Jawa Timur, yang menurut Nanang harus dijaga.

"Kami akan investigasi siapa pelakunya. Gedung Negara Grahadi adalah simbol Provinsi Jawa Timur yang harus kita jaga. Di situ ada kegiatan masyarakat lain yang akan terganggu (dengan aksi demo yang ricuh)," tegasnya. 

Irjen Pol Nanang berharap aksi hari ini dapat menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan tertib agar pesan dapat diterima, didengar, serta ditindaklanjuti melalui pembenahan.

"Ayolah kita saling mengingatkan. Tidak ada yang dirusak-rusak. Mereka memanggil, silahkan. Saya fasilitasi, asal tertib, sehingga penyaluran akan didengar dan kemudian akan melakukan kegiatan-kegiatan evaluasi," tukas Nanang. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore